Pencurian & Perusakan Pipa Pertamina Sangat Berbahaya, Masyarakat Harus Sadari Itu

Rabu, 01 November 2023 – 20:08 WIB
Pihak Pertamina membuat laporan terkait aksi pencurian BBM di Kelurahan Belawan Bahari ke Polres Belawan pada Kamis (26/10) petang. Foto: Dokumentasi Humas Bea Cukai

jpnn.com, BELAWAN - Pengamat Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Juwari menilai pencurian dan perusakan pipa distribusi BBM milik Pertamina, seperti yang terjadi di Belawan sangat berbahaya.

Oleh karena itu menurutnya masyarakat harus menyadari bahaya tersebut, sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.

BACA JUGA: Pertamina Raih 3 Penghargaan BUMN Terbaik dalam Keterbukaan Informasi Publik

“Masyarakat harus sadar, tingkat bahayanya sangat tinggi. Tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga masyarakat sekitar,” kata Juwari.

Pemahaman kepada masyarakat memang sangat penting.

BACA JUGA: Pertamina Pastikan Aksi Pencurian BBM di Medan Sebabkan Pipa Bocor dan Terbakar

Apalagi Pertamina sebenarnya sudah melakukan berbagai upaya pengamanan, termasuk upaya preventif seperti pemagaran dan berbagai tulisan peringatan.

“Persoalannya memang pada masyarakat,” lanjutnya.

BACA JUGA: Mulai Hari ini PELNI Tiadakan Penjualan Tiket di Loket

Juwari mendorong pihak terkait untuk terus memberi pemahaman dan penyuluhan kepada masyarakat. Terutama, mereka yang berada di wilayah jalur pipa Pertamina.

“Jadi prinsipnya, poin utama adalah timbulnya kesadaran masyarakat terkait bahaya tersebut. Mengenai pihak yang menyampaikan, apakah Pertamina, Pemda atau instansi terkait, harus ada pembagian tugas yang tepat dan kesepakatan. Supaya tidak tumpang tindih,” kata dia. 

Dalam penyuluhan, kata Juwari, harus disampaikan keberadaan pipa yang memiliki risiko bahaya tersebut.

Masyarakat juga diminta melaporkan jika melihat kondisi tertentu, misal gas keluar, bau menyengat, dan sebagainya.

Mengapa harus melapor? Agar masyarakat paham bahwa ada dampak dan bahayanya.

“Dengan demikian, mestinya kalau masyarakat tahu mengenai bahaya tersebut, mereka tidak akan melakukan sesuatu membahayakan diri sendiri,” imbuhnya.

Masyarakat yang akhirnya memiliki kesadaran tersebut, menurut Juwari bisa dikategorikan sebagai layer tertinggi.

“Pada layer tertinggi ini, mereka paham dan akan memberitahu ke Pertamina jika ada yang mencurigakan. Itu level tertinggi, jadi saling menjaga aset dan keselamatan,” seru Juwari.

Sedangkan, lapisan kedua adalah mereka yang paham akan bahaya tersebut, tetapi tidak segera melapor kalau menemukan hal yang membahayakan.

Sedangkan, lapisan terendah adalah mereka yang tahu bahaya, tetapi tetap mencuri dan merusak pipa BBM.

Karena adanya berbagai layer itulah, Juwari menilai penting upaya penyuluhan secara terus-menerus.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler