Peneliti Indonesia Harus Mampu Bersaing di Tingkat Global

Kamis, 12 September 2019 – 10:37 WIB
International Conference on Industrial Technology (ICONIT) digelar selama dua hari, 11-12 September, di Balikpapan. Foto: Istimewa for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Berbagai temuan dari para peneliti Indonesia selama ini banyak yang membanggakan. Sayangnya temuan-temuan tersebut kurang bisa dioptimalkan baik di dalam negeri apalagi di luar negeri.

Untuk memberikan jalan bagi para peneliti dalam mempublikasikan karyanya, Research Synergy Foundation (RSF) kembali menyelenggarakan International Conference on Industrial Technology (ICONIT).

BACA JUGA: Sanksi Pidana Bagi Peneliti Asing Ancam Kemajuan Iptek di Indonesia

Bekerja sama dengan Institut Teknologi Kalimantan (ITK), konferensi internasional pun digelar selama dua hari, 11-12 September, di Balikpapan.

Pendiri Research Synergy Foundation Hendrati Dwi Mulyaningsih menuturkan, tujuan konferensi ini untuk meningkatkan publikasi international bagi para peneliti Indonesia khususnya mahasiswa maupun dosen dari ITK.

BACA JUGA: UU Sistem Nasional Iptek: Batas Usia Pensiun Peneliti Diperpanjang

"Ekosistem bagi para peneliti mempublikasikan karya amatlah penting. Dan itu yang harus kita bangun bersama," ujar Hendrati melalui siaran pers, Kamis (12/9).

ICONIT sendiri, lanjut Hendrati, dipartisipasi oleh peneliti, pelajar, dosen, maupun professional yang berasal dari Indonesia, Ghana, Italia, Mesir, dan Taiwan. Dengan berbagai kalangan peneliti dari luar negeri yang didatangkan, diharapkan para peneliti di Indonesia bisa mendapat ilmu baru untuk mempu bersaing secara global

Sementara itu, Rektor ITK Budi Santosa mengatakan, melalui konferensi ini banyak peneliti bisa membagikan temuan penelitian, pengalaman, serta pemikiran untuk membangun sistem informasi yang dapat mendorong bisnis.

"Hal ini baik dilakukan dengan memperoleh transparansi tentang masa pakai produk dan memahami apa yang mendorong kualitas produksi dalam meningkatkan keefektivitasan peralatan secara keseluruhan," ujarnya.

Konferensi ini diharapkan menghasilkan luaran prosiding yang akan diterbitkan Penerbit Scitepress dari Portugal sebagai jembatan penyebarluasan artikel ke seluruh dunia dan kemudian diajukan kepada lembaga pengindex bereputasi yaitu Scopus.

Tujuan akhir konferensi ini untuk memperkaya budaya penelitian di lingkungan Institut Teknologi Kalimantan sekaligus mengikuti perkembangan terbaru dalam penelitian. Di sisi lain, acara akademik ini juga diharapkan menjadi sarana untuk memperluas jaringan dan berkolaborasi dengan para peneliti lain dari berbagai disiplin ilmu dan dari berbagai belahan dunia. (esy/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler