Penembak di Kompleks Yahudi Diduga Ekstremis Kulit Putih

Senin, 14 April 2014 – 22:59 WIB
Frazier Glenn Cross yang dituduh membunuh tiga orang di luar kompleks komunitas Yahudi dekat Kansas City , Minggu (13/4). Foto: AP

jpnn.com - KANSAS - Frazier Glenn Cross, yang menjadi tersangka pembunuhan terhadap tiga orang di komunitas Yahudi dekat Kansas City, Amerika Serikat, Minggu (13/4) diduga merupakan kelompok ekstremis kulit putih. Pria yang berusia 73 tahun itu pernah menjadi pemimpin Ku Klux Klan yang dikenal sebagai pendukung gerakan supremasi kulit putih.

Laman Voaindonesia, Senin (14/4) melaporkan Cross menghabisi nyawa korbannya dengan senapan. Dua mayat ditemukan di lapangan parkir Kampus Komunitas Yahudi, sementara satu jenazah lainnya ditembak di Village Shalom.

BACA JUGA: Warga Malaysia Tak Percaya Pada Pemerintahnya Terkait MH370

John Douglass, kepala Kepolisian setempat mengatakan tindakan yang dilakukan Cross merupakan aksi yang kekerasan yang sangat keji. Hanya saja kata dia, terlalu dini menilai bahwa motif dari tindakan itu didasarkan pada kebencian.

Polisi kini masih melakukan penyidikan. Sesaat setelah kejadian, Cross sudah ditahan dan diinterogasi oleh penyidik. Rencananya, Cross akan dihadapkan ke meja hijau untuk mempertangunggjawabkan perbuatannya.

BACA JUGA: Komunitas Yahudi di Amerika Diserang, 3 Tewas

Sementara itu, BBC, Senin (14/4) memberitakan bahwa diduga motif penembakan ini karena  terkait dengan acara festival Yahudi untuk menyambut Paskah. (awa/jpnn)

BACA JUGA: Australia Turunkan Kapal Selam Mini Cari MH370

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tembak Mati 3 Orang di Area Komunitas Yahudi, Kansas


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler