Penerapan E-Retribusi, BTN Siap Salurkan KPR Mikro ke 2.639 Pedagang Pasar Klewer

Jumat, 21 April 2017 – 18:01 WIB
BTN. Ilustrasi

jpnn.com, SURAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (BTN) memperluas penerapan sistem penarikan retribusi secara elektronik (e-retribusi) ke Pasar Klewer, setelah sebelumnya sukses dilakukan di Pasar Gede dan dan Pasar Ngudi Rejeki Gilingan, Surakarta, Jawa Tengah.

Pedagang yang ikut program e-retribusi diharapkan bisa mendapatkan KPR BTN Mikro.

BACA JUGA: BTN Kantongi Laba Bersih Rp 594 Miliar

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, dengan mengganti sistem penarikan retribusi dari cara manual menjadi sistem elektronik melalui media kartu, diharapkan bisa membantu Pemkot Surakarta mengelola pendapatan daerahnya secara lebih efisien, dan akuntabel.

Selain itu, sistem e-retribusi juga menjadi salah satu upaya dari misi pemerintah menjadikan Solo sebagai Smart City 2018.

BACA JUGA: Kuartal I/2017, Laba Bersih BTN Tumbuh di Atas 20 persen

Menurut Maryono, bagi pedagang, sistem e-retribusi bisa menghindarkan mereka dari pungutan lain di luar retribusi resmi yang ditetapkan pemerintah.

“Sistem e-retribusi mengurangi potensi fraud, aman, cepat, mudah karena pedagang cukup melakukan tapping pada mesin reader di pasar,” ujar Maryono saat meresmikan e-retribusi di Pasar Klewer, Surakarta, kemarin.

BACA JUGA: Dorong Industri Properti Nasional, BTN Gandeng IPW

Sistem e-retribusi, direncanakan terus diperluas seiring dengan peningkatan sosialisasi dan infrastruktur di pasar.

"Sistem e-retribusi bisa membuka akses pedagang terhadap layanan perbankan lainnya, mulai dari transaksi perbankan, maupun pembiayaan. Dengan membuka layanan e-retribusi, jumlah nasabah BTN, Dana Pihak Ketiga dan juga pengucuran kredit akan meningkat. Ini sejalan dengan misi pemerintah untuk memperluas inklusi keuangan,” kata Maryono.

Pendekatan dengan para pedagang pasar lewat sistem e-retribusi, akan memudahkan BTN memasarkan produk pembiayaan yang sesuai dengan kemampuan pedagang. Salah satunya lewat KPR BTN Mikro.
Produk yang baru dirilis Februari lalu menawarkan plafon pinjaman sebesar Rp75 juta dengan tenor 10 tahun dan cicilan yang disesuaikan dengan kemampuan nasabah.

“Para pedagang sebagai pekerja di sektor informal bisa memanfaatkan KPR BTN Mikro untuk renovasi rumah, atau membangun tempat usaha,” jelas Maryono.

Sementara, Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo menyambut baik rencana BTN menyalurkan KPR Mikro ke pedagang pasar klewer. Saat ini yang baru mendapatkan kredit perumahan dari BTN baru PNS, akan sangat bagus jika pedagang juga bisa mendapatkan KPR Mikro untuk memiliki rumah.

"Nanti kami akan dorong agar pedagang juga bisa mendapatkan KPR Mikro setelah ikut e-retribusi," tandas Rudy.(chi/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Program BTN Sukses Kerek Dana Murah


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler