Pengakuan Wanita Cantik sebagai Vampir, Minum Darah, dan Berusia 600 Tahun

Kamis, 25 Juni 2020 – 12:12 WIB
Lilith Vampyre. Foto: Instagram

jpnn.com, LONDON - Apa reaksi Anda jika bertemu dengan sosok vampir di dunia nyata? Seorang wanita berusia 27 tahun asal London, bernama Lilith Vampyre mengaku bahwa dirinya adalah seorang vampir.

Meski tetap menjalani pekerjaan normal seperti manusia pada umumnya, wanita yang memiliki nama lain Dame of Darkness mengaku benar-benar menjalani hidupnya seperti seorang vampir, menghindari panas matahari dan meminum darah.

BACA JUGA: Facial Vampir Bisa Bikin Awet Muda?

Mengutip Daily Star, Lilith menyebutkan saat melakukan pekerjaan normal seperti manusia pada umumnya, yaitu mulai dari jam 9 pagi hingga 5 sore, ini waktu-waktu yang mengerikan.

Namun, setelah matahari terbenam Lilith merasakan kesenangan dan rasa nyaman pada dirinya.

BACA JUGA: Selamat Pagi, Rupiah Terus Menguat terhadap Dolar AS, tetapi...

"Saya bisa pergi keluar dan bekerja di siang hari meskipun saya lebih suka menghindari sinar matahari langsung karena saya merasa itu mengeringkan. Saya merasakan yang terbaik setelah matahari terbenam," ungkap Lilith.

BACA JUGA: Hiii, Serangan Ala Vampir Terjadi di Kota Ini

Selain itu, Lilith mengaku dalam dimensi supranaturalnya, ia telah berusia 600 tahun.

Awal mula tertarik dengan dunia vampir sejak dirinya menonton film Dracula pada umur 18 tahun.

"Aku suka segala sesuatu yang berbau vampir, dan rasa suka itu mendorongku untuk mengetahui orang lain yang mirip sepertiku, baik di dunia maya maupun dunia nyata," jelasnya lagi.

"Aku akan berkata aku menjadi vampir di umur 18, meski aku belum sadar penuh saat itu, tapi aku sekarang sudah menyadarinya."

Terkait kehidupannya sebagai vampir, Lilith mengaku pernah minum darah sebelumnya. Darah tersebut diperoleh Lilith dari ritual yang dilakukannya di sebuah komunitas.

"Aku meminum darah manusia karena penasaran, dan rasanya seperti logam, mirip tembaga. Meskipun rasanya bisa berbeda-beda," kata Lilith.

"Kami membuat sayatan kecil di kulit, dan meminumnya dari sana. Mereka adalah teman dekat atau orang-orang yang tertarik dengan gaya hidup ini."

Menurut Lilith, sementara banyak orang yang menganggap bahwa ritual yang dijalaninya ialah berbau kejahatan dan kegelapan, tetapi ia percaya bahwa vampir bisa menjadi kekuatan untuk kebaikan.

Selain itu, Lilith juga menyebutkan bahwa keluarganya sudah terbiasa dan menerima gaya hidupnya sebagai seorang vampir. (dailystar/mg8/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler