Pengamat: EgyptAir Jatuh Bukan karena Teroris, tapi..

Minggu, 22 Mei 2016 – 05:44 WIB
Ilustrasi: Foto: reuters

jpnn.com - SPEKULASI penyebab jatuhnya EgyptAir MS804 masih beragam. Terbaru, pesawat yang bertolak dari Paris menuju Kairo itu diduga terbakar di udara.

Sebelum insiden nahas itu terjadi, EgyptAir MS804 sempat mengirim peringatan yang menunjukkan bahwa terdapat asap dan terdeteksi panas di jendela dekat kopilot dan di toilet yang berada di belakang kokpit.

BACA JUGA: Wali Kota Muslim London Disebut Seperti Teroris

Dikutip dari Reuters, Minggu (22/5), salah seorang pengamat penerbangan menjelaskan, data tersebut dikirimkan dalam periode satu hingga dua menit. Kemungkinan kebakaran itu merusak sistem komunikasi pesawat, sehingga tidak mampu mengirim sinyal darurat sebelum akhirnya hilang dari radar.

"Jika terjadi kebakaran di kabin pesawat, maka itu ada di dekat kokpit. Bisa saja itu adalah kesalahan mekanis, arus pendek, atau benda terbakar," terangnya.

BACA JUGA: TOP! Malaysia - Indonesia Capai Sasaran Operasi

Hal tersebut mengindikasikan bahwa penyebab jatuhnya EgyptAir MS804 bukan karena ulah teroris. Pasalnya, data yang sempat dikirim dari pesawat terjadi dalam rentang waktu satu hingga dua menit, sehingga dugaan pengeboman menjadi tidak mungkin.

"Karakter bom, ledakan akan merusak kulit pesawat. Namun ini bukan indikasi apa yang terjadi, karena bom akan terjadi dengan cepat, sedangkan laporan ini berlangsung selama dua menit," jelas pengamat penerbangan tersebut.

BACA JUGA: Mahasiswi Cantik Habiskan Rp 4 Miliar Sehari

Selain itu, hingga saat ini juga belum ada kelompok militan yang mengaku berada di balik peristiwa itu. Padahal, biasanya militan atau kelompok teror akan bangga mengakui perbuatan jahat mereka.

Meski demikian, hal tersebut tentu masih dugaan. Untuk mendapat kepastian mengenai jatuhnya pesawat berpenumbang 66 orang termasuk kru itu harus menunggu ditemukannya kotak hitam.

Sementara hingga saat ini, pencarian kotak hitam untuk mendengarkan percakapan terakhir di pesawat, masih terus dilakukan. (fab/jpg/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sejarah! Taiwan Punya Presiden Wanita


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler