Pengamat: Golkar Menunjukkan Kelasnya Sebagai Partai Demokratis

Rabu, 23 Januari 2019 – 00:05 WIB
Bendera partai Golkar dan atribut kampanye pasangan Capres dan Cawapres, Joko Widodo - KH. Ma'ruf Amin mendominasi jalanan di seluruh kota Pekanbaru. Foto: Istimewa

jpnn.com, JAKARTA - Capaian pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang disampaikan pada pidato awal tahun Partai Golkar menunjukkan kelasnya sebagai partai politik yang sarat akan ide-ide pembangunan, serta program kampanye mendidik dan edukatif bagi masyarakat.

Penilaian itu disampaikan pakar komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing menanggapi pidato awal tahun yang dibacakan Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartato, baru-baru ini.

BACA JUGA: Seperti Soekarno, Pidato Ketum Golkar Sebarkan Optimisme

Menurut Emrus, narasi yang hendak dibangun oleh Golkar adalah menjabarkan secara utuh capaian-capaian pemerintahan Jokowi sekaligus menunjukkan Partai Golkar sebagai partai politik yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.

“Selain narasi capaian-capaian pemerintahan Jokowi, saya setuju penggalan pidato Pak Airlangga yang menyebutkan bahwa perbedaan boleh tapi jangan ada perpecahan. Apa yang disampaikan Pak Airlangga dalam pidatonya di awal tahun menunjukkan kelasnya sebagai tokoh yang demokratis," kata Emrus di Jakarta.

BACA JUGA: Kredibilitas Hary Tanoe Sukses Angkat Elektabilitas Perindo

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto dalam pidato awal tahunnya mengapresiasi kepada penyelenggara dan peserta debat Capres. Menurutnya, dalam proses panjang pemilu, metode debat adalah wahana pertukaran gagasan, sebuah upaya untuk memaparkan konsep dan pilihan-pilihan terbaik kepada seluruh rakyat Indonesia.

Lewat Pemilu, kata Airlangga, Partai Golkar justru ingin memperkuat persamaan dan bukan mempertajam perbedaan. "Kita adalah bangsa besar yang menghargai perbedaan, mampu bersaing secara damai, dengan tetap menjaga semangat persaudaraan yang hangat dan bersahabat," kata Airlangga.

BACA JUGA: Kejahatan Komunikasi Lebih Berbahaya Daripada Korupsi

Airlangga juga menilai Jokowi selama ini tidak hanya sekedar berdebat, namun juga bekerja penuh selama empat tahun menjabat sebagai kepala negara. 

"Golkar memberi jempol ke Pak Jokowi. Dengan gaya yang tegas tapi merakyat, santun tapi bersemangat, Pak Jokowi menekankan bahwa Indonesia adalah negara yang menjunjung supermasi hukum, menegakkan HAM, serta memerangi terorisme hingga ke akarnya," kata dia.

Emrus juga menilai penampilan pasangan capres Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin dalam debat perdana cukup baik, karena mengedepankan rasionalitas dan realitas.  Sementara Prabowo, lanjut Emrus terlihat masih belum terlihat membumi apa yang disampaikan.

“Pada tataran ide gagasan Pak Prabowo belum terukur, semestinya apa yang disampaikan diikuti program yang terukur secara kuantitatif. Artinya pandangan Jokowi lebih terukur dibandingkan Prabowo, apalagi kemarin debat perdana itu ada mengenai penanganan HAM,” tandasnya. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Debat Capres Adalah Kampanye, Bukan Ujian


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler