Pengamat Kelistrikan Okky Setiawan Beber Tugas Berat Dirut PLN

Kamis, 28 November 2019 – 17:44 WIB
Petugas PLN saat melakukan pemeliharaan jaringan listrik. Foto : Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Utama PLN yang baru harus memiliki kemampuan dalam mengatasi ancaman krisis global yang diperkirakan terjadi di tahun-tahun mendatang.

Pengamat kelistrikan Okky Setiawan mengatakan, salah satu tugas berat yang akan diemban dirut PLN mendatang adalah menghadapi ancaman krisis global yang dikhawatirkan memengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

BACA JUGA: Pramono Sebut Nama Mantan Menteri jadi Petinggi PLN

Pasalnya, PLN memiliki sejumlah kewajiban termasuk membeli listrik dari pengembang listrik swasta (independent power producer/IPP) dalam mata uang dolar. Sementara PLN menjual listrik kepada konsumen di dalam negeri dalam mata uang rupiah, termasuk sejumlah proyek kelistrikan dalam program 35 ribu MW.

Karenanya, menurut Okky Setiawan, dirut PLN terpilih nantinya harus berani melakukan negosiasi dengan IPP untuk menetapkan nilai tukar dalam kontrak (power purchase agreement/PPA) dengan besaran yang tidak memberatkan konsumen dan juga keuangan PLN, misalnya sebesar Rp 12.000 per dolar AS.

BACA JUGA: Menteri BUMN Erick Thohir Diminta Hati-Hati Memilih Dirut PLN

“Kenapa harus dipatok? Karena situasi ekonomi global tahun depan akan menghantui Indonesia. Bukan tidak mungkin terjadi lonjakan kurs dollar AS. Jika hal ini terjadi, akan membuat lesu kegiatan investasi kelistrikan di Indonesia, termasuk program 35 ribu MW. Dengan dipatok dari awal di PPA, menurut saya juga akan membuat investor lebih tenang karena ada jaminan kepastian dengan PLN,” katanya.

Siapa sosok yang pas menjadi dirut PLN? Menurut Okky, selain syarat di atas, dirut PLN juga harus menguasai masalah kelistrikan mulai dari pembangkitan, transmisi dan juga distribusi, serta keuangan. Sosok itu juga harus bisa bekerja sama dan sejalan dengan kebijakan pemerintah.

BACA JUGA: PLN Beri Insentif kepada 50 Pemenang Electric Jakarta Marathon 2019

Pengamat kelistrikan Okky Setiawan. Foto: Istimewa for JPNN.com

Dia berharap agar pemerintah segera menetapkan nama dirut PLN, agar terdapat kepastian di BUMN kelistrikan tersebut.

Diketahui, hingga saat ini PLN memang masih dijabat oleh pelakssana tugas (Plt). Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PLN memutuskan mengangkat Sripeni Inten Cahyani sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama PLN pada 2 Agustus 2019 lalu.

Sripeni menggantikan Djoko Abumanan yang menjadi Plt sejak Mei 2019. Selain menjadi bos PLN sementara, Sripeni juga masih merangkap jabatan sebagai Direktur Pengadaan Strategis I. Sebelum menjabat sebagai Direktur Pengadaan Strategis I PLN, Sripeni dikenal sebagai Direktur Utama Indonesia Power.

Sejumlah nama disebut-sebut bakal menjadi dirut PLN. Setelah sebelumnya nama Basuki Tjahaja Purnama sempat santer dikabarkan memimpin PLN, kini nama Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara bakal menduduki posisi Dirut PLN menggantikan Sripeni.

Okky Setiawan yakin kabar itu hanyalah rumor semata. “Waktu itu Pak Rudiantara pernah menjadi wakil dirut PLN tapi tidak selesai masa jabatannya. Tapi siapapun dirutnya nanti yang dipilih pemerintah yang penting bisa menyelamatkan PLN,” tandas Okky. (esy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler