Pengamat Maritim Ungkap Ada Pekerja Rumah Besar untuk Capres-Cawapres yang Terpilih di 2024

Rabu, 06 Desember 2023 – 19:52 WIB
Pengamat Maritim dari Ikatan Alumni Lemhanas Strategic Center (IKAL SC) Dr (HC) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa. Foto: Dokumentasi pribadi

jpnn.com, JAKARTA - Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar sejak lama bertekad menjadi poros maritim dunia. Namun, apakah Indonesia sudah dalam perjalanan mewujudkan mimpi besar itu?

Pengamat maritim dari Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Strategic Center (IKAL SC), DR. Marcellus Hakeng Jayawibawa mengatakan tekad itu bisa terwujud bergantung pada pemimpin-pemimpin bangsa Indonesia ke depan.

BACA JUGA: Mampukah Indonesia Menerapkan Konsep Blue Economy? Begini Penjelasan Pengamat Maritim

Marcellus mengatakan pengembangan sektor maritim menjadi pekerjaan rumah besar capres-cawapres yang terpilih di Pilpres mendatang.

"Terus terang agendanya saya mau siapapun yang terpilih konsentrasi ke maritim. Saya hanya ingin memberi pesan moral, kita ini bangsa maritim, siapapun capresnya yang dipilih oleh rakyat, maka orang itu harus sadar, harus aware sebagai bangsa maritim kita harus melakukan apa? Jangan sampai kita ketinggalan lagi," tegas Marcellus pada JPNN.com di Jakarta.

BACA JUGA: Survei ASI: Susi Pudjiastuti dan Witjaksono Tokoh Berpengaruh di Bidang Maritim

Marcellus mengatakan visi bangsa maritim bukan sekadar retorika, tetapi arahan jangka panjang untuk memanfaatkan potensi laut secara berkelanjutan.

Hal itu mencakup pengembangan sektor ekonomi maritim, infrastruktur, inovasi dan teknologi maritim, serta pertahanan maritim yang efektif. 

BACA JUGA: Menaker Ida Beberkan Strategi BLK Maritim Secara Revolusioner

Pria yang sudah bergelut sebagai pelaut puluhan tahun itu mengatakan Indonesia bisa mengembalikan kejayaan sebagai bangsa adidaya maritim bila menaruh perhatian sepenuhnya pada sektor tersebut.

"Kita ribuan tahun lalu adalah negara adidaya maritim. Sriwijaya, Majapahit. Ketika tentara Mongol datang ke kita dan bilang bahwa kalian di bawah kami, kita langsung menolaknya. Sosok-sosok tokoh bangsa kita dengan gagahnya motong telinganya utusan Mongol dan suruh kembali, sampaikan bahwa kita tidak mau di bawah kedaulatan Mongol. Itu, kan, berarti kita sudah negara adidaya pada saat itu. Itu bisa kita wujudkan lagi," imbuh Marcellus yang kerap disapa Capt. Hakeng.

Demi mencapai, poros maritim dunia, sambungnya, Indonesia tidak bisa menunggu di tahun 2045. Pemimpin-pemimpin bangsa harus memulai dari sekarang.

"Kita ini sudah menjadi bangsa maritim sejak dahulu, jangan sampai kita terjebak lagi dengan kesalahan berpikir, Menuju Indonesia Emas itu 2045, itu waktu yang sebentar menurut saya. Jadi kalau kita enggak mulai dari sekarang, jangan sampai Indonesia di situ-situ saja. Kita ini negara maritim tetap masih berpikiran agraris," pungkas Marcellus yang pernah menjadi nahkoda kapal. (flo/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler