Pengamat Memprediksi Bakal Capres Tidak Berhasil Ikut Pilpres 2024, Nih Penjelasannya

Kamis, 22 Desember 2022 – 12:55 WIB
Para pimpinan parpol yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Foto: Dok. KIB

jpnn.com, JAKARTA - LSI Denny JA memproyeksikan empat pimpinan partai politik bakal menjadi king maker atau penentu peta politik pada Pilpres 2024.

Mereka adalah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

BACA JUGA: Pakar Politik dari BRIN Dorong KIB Mengajukan Capres Internal, Nih Alasannya

Namun, keempat king maker itu disebut-sebut akan menghadapi dilema karena berbagai kepentingan.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Cecep Hidayat menilai dilema yang terjadi pada keempatnya sebagai dinamika menjelang masa pendaftaran pasangan calon presiden-wakil presiden di Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada November 2023.

BACA JUGA: Peluang Mardiono Diusung KIB Paling Kecil Dibandingkan Airlangga dan Zulhas

Menurut Cecep, masing-masing partai politik saat ini masih memasang tawaran tertinggi untuk bisa maju sebagai capres.

Seiring waktu, kata dia, daya tawar posisi pun mereka akan dihadapkan pada proses negosiasi untuk mencari dukungan.

BACA JUGA: Elektabilitas Makin Menguat, Erick Thohir Santer Disebut Jadi Cawapres Pilihan KIB

“Ini kan hanya untuk daya tawar politik di awal. Jadi, semua semua memasang ingin jadi capres, tetapi nanti seiring dengan waktu, menjelang pertengahan 2023 akan terjadi negosiasi ulang,” tegas Cecep, Rabu (21/12/2022).

Menurut Cecep, hal itu memungkinkan terjadi ketika melihat karakter koalisi partai politik di Indonesia tidak mendapati landasan yang kuat untuk menjadi koalisi permanen.

"Sebab, koalisi di Indonesia ini koalisi yang tidak permanen. Tidak terlalu ketat,” ungkapnya

Menurut Cecep, tidak tertutup kemungkinan sosok yang saat ini disebut-sebut sebagai bakal calon presiden malah tidak berhasil ikut serta dalam Pilpres 2024.

Sebab, akan ada kontemplasi internal dalam tubuh partai dalam menentukan untung-rugi dalam sebuah kontestasi dan peluang terbesar untuk menang pilpres.

“Di situ akan ada kontemplasi internal. Mereka akan melihat popularitas di masyarakat," tambahnya.

Cecep menilai ada waktu untuk para king maker dalam menjajaki dan meramu negosiasi yang diharapkan. Namun akhirnya mereka akan realitis dalam penempatan posisi.

“Mereka akan realistis pada akhirnya, melihat hasil survei dan kecenderungan. Maulah nanti dilamar jadi cawapres atau menko," pungkasnya.

Direktur Eksekutif Algoritma Aditya Perdana mengatakan di atas semua itu ada Presiden Joko Widodo.

“Kalau King Maker yang disebut di survei adalah mereka yang punya parpol, ketua umum, sehingga mereka ada kesempatan untuk mencalonkan diri sebagai capres dari partai. Namun, yang dilupakan adalah Pak Jokowi, sebagai presiden, dan punya pengaruh, bukan hanya di istana, tetapi juga di koalisi,” ungkap Aditya, Rabu (21/12).

Adapun hasil survei Denny JA, keempat nama itu dianggap akan atau tidak meneruskan spirit Presiden Joko Widodo (Jokowi). Maka, sosok Airlangga, Megawati dan Prabowo paling mungkin untuk melanjutkan ‘jokowi’s legacy’.

Lantas siapa yang mendapat dukungan penuh dari Presiden Jokowi? “Kalau posisi Pak Jokowi jelas ketika sampai nanti ada capres yang disahkan KPU, disitulah peran peran politik yang dimainkan,” kata Aditya yang juga Dosen di Universitas Indonesia (UI) ini.

Sebelumnya Presiden Jokowi kerap melempar pujian kepada sejumlah Ketum Partai yang juga menteri di kabinetnya. Misalnya dia menyebut sosok Ketum Golkar dan Menko Perekonomian Airlangga sebagai pemimpin dengan pengalaman, juga memuji Ketum Gerindra dan Menhan Prabowo Subianto.

Kemudian Ketum Airlangga bersama PAN dan PPP Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) memiliki Program Akselerasi Transformasi Ekonomi Nasional (PATEN) dan bertekad untuk melanjutkan legasi dari Presiden Jokowi.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler