Pengamat: Pembentukan Dua Satgas Sebagai Langkah Progresif Erick Thohir Bersih-Bersih di PSSI

Sabtu, 29 April 2023 – 15:03 WIB
Ketum PSSI Erick Thohir. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi restu PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir akan menciptakan transparansi di persepakbolaan Indonesia.

Erick segera membentuk dua Satuan Tugas (Satgas) untuk menjadikan PSSI lebih transparan dan akuntabel.

BACA JUGA: Pengamat: Saat Ini Momentum Tepat Erick Thohir Bersihkan Korupsi di PSSI

Kedua satgas tersebut adalah Satgas untuk memberantas pengaturan skor dan Satgas pengawasan keuangan.

Kehadiran dua satgas ini tidak lepas dari upaya Erick untuk membersihkan federasi sepak bola itu dari citra buruk dan kotor yang kerap dilabelkan kepada PSSI.

BACA JUGA: Gandeng Ernst & Young Indonesia, Erick Thohir Gerak Cepat Berantas Korupsi di PSSI

Pengamat sepak bola nasional Akmal Marhali mengatakan keputusan Erick Thohir membentuk dua satgas tersebut dinilai sebagai langkah progresif dalam mempercepat bersih-bersih di tubuh PSSI.

Akmal mendukung gagasan pembentukan Satgas tersebut dan berharap dalam pelaksanaannya dapat memberikan kontribusi bagi perubahan sepak bola Indonesia yang bersih dan transparan.

BACA JUGA: Refleksi 93 Tahun PSSI, Begini Cerita Menarik Para Legenda Hidup Sepak Bola Indonesia

“Langkah-langkah progresif untuk perbaikan sepak bola Indonesia harus kita dukung tapi yang paling penting adalah eksekusinya. Karena betapa banyaknya di Indonesia ini Satgas dibentuk tetapi eksekusinya tidak ada jangan sampai kemudian hanya menggugurkan kewajiban,” ujar Akmal kepada wartawan, Sabtu (29/4/2023).

Akmal yang juga Koordinator Save Our Soccer (SOS) itu mengatakan, untuk mempertajam tugas dan kewajiban daripada Satgas, ia meminta Erick Thohir membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk memperjelas tugas pokok dan fungsinya sehingga dapat berjalan dengan baik.

“Kemudian batas kerjanya benar dan yang paling penting adalah eksekusinya jelas," katanya.

Akmal juga berharap Satgas yang sudah terbentuk nanti bisa bekerja secara profesional dan mengikuti visi besar Erick Thohir untuk menciptakan sepak bola yang bersih.

Satgas, lanjut Akmal, dalam bekerja harus bersikap tegas dan tidak tebang pilih dalam menyisir potensi dan menindak pelaku pengaturan skor maupun oknum di internal PSSI yang diduga ikut bermain.

"Jangan sampai kemudian ada tebang pilih atau kemudian cuma sekedar jadi tameng untuk menutupi seolah-olah pengaturan skor itu tidak ada, seolah-olah misalnya penggelapan uang PSSI itu tidak ada nah ini jangan sampai ini terjadi,” ucapnya.

Akmal meyakinkan Erick Thohir agar tidak perlu takut melakukan aksinya bersih-bersih di lingkungan PSSI.

Sebab, ia yakin publik pecinta sepak bola Indonesia ada di belakang Erick dan memberikan dukungan penuh.

Meski demikian, Akmal kembali mewanti-wanti Satgas untuk tidak bermain mata dalam bertugas agar kepercayaan publik kepada PSSI tidak kembali hilang.

“Apa yang dilakukan oleh Pak Erick Thohir saya pikir bagus cuma kita menunggu apakah (Satgas) eksekusinya sebagus dengan gagasannya,” kata Akmal.

Menurut Akmal, agar dapat berjalan sesuai harapan, mantan Presiden Inter Milan itu disarankan untuk memilih orang-orang yang tepat dan mau benar-benar bekerja di dalam Satgas.

Mereka yang terpilih bertugas, kata Akmal harus diberikan target kerja dalam jangka waktu tertentu untuk mengurai masalah di tubuh PSSI.

Akmal tidak meragukan kemampuan manajerial Erick Thohir yang sudah teruji, baik kapasitasnya sebagai penguasa maupun menteri BUMN.

Dia meyakini Erick akan menerapkan standar Key Performance Indikator (KPI) untuk mengukur seberapa efektif Satgas tersebut bekerja.

“Satgas yang dibentuk ini kerjanya terukur, ada target dan juga jangka waktu sehingga kemudian KPI atau index prestasinya jelas. Sehingga orang yang ditunjuk bukan sekedar ditaruh namanya, tetapi juga sesuai dengan harapan publik," urainya.

"Karena publik menanti, kalau kemudian namanya ditaruh tapi eksekusinya tidak ada, nanti bakal balik menuntut,” urainya.

Akmal juga meminta Erick Thohir bisa memilih orang yang benar-benar mau bekerja dan mau melakukan pembenahan terhadap problem sepak bola Indonesia.

"Sudah menjadi rahasia umum pengaturan skor dan juga soal keuangan, itu harus dipikirkan dan diselesaikan,” tukas Akmal.

Sebelumnya, Erick Thohir dalam upaya membersihkan sepak bola Indonesia dari citra negatif juga telah mendapatkan dukungan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Selain dari orang nomor satu di Indonesia, Menteri BUMN itu juga mendapatkan dukungan dari internal PSSI.

“Presiden mendukung penuh upaya bersih-bersih yang selama ini sulit dilakukan di PSSI. Selain dukungan presiden, saya juga sudah bicara dengan para exco, dan mereka support. Jadi saya akan bentuk dua satgas, pengawasan pengaturan skor dan pengawasan keuangan PSSI agar rencana membentuk organisasi yang bersih dan terbuka cepat terwujud," kata Erick Thohir dalam keterangannya.

Erick menjelaskan Satgas Pengawasan Pengaturan Skor memiliki tugas utama mengevaluasi kinerja setiap wasit di musim kompetisi mendatang. Sedangkan, Satgas Pengawasan Keuangan akan mengawal proses audit keuangan PSSI yang proses penjajakan nya tengah dilakukan oleh firma audit Ernst & Young.

"Kedua satgas itu akan terdiri dari beberapa executive committee PSSI dan figur-figur independen akan mengumpulkan data dan melalukan kajian, baik dalam hal pengaturan skor yang mungkin melibatkan wasit dan juga kelengkapan laporan keuangan PSSI," imbuhnya.

Erick melanjutkan keberadaan Satgas itu bukan untuk mencari siapa yang salah dan tidak punya tujuan untuk saling menjatuhkan.

"Namun untuk mencari akar masalah yang membuat selama ini citra PSSI selalu jelek, bobrok, suap, atau ada main, dan hal-hal yang negatif. Karena itu, saya juga melibatkan profesional di Satgas ini. Salah satunya, Pak Ardan Adiperdana, mantan ketua BPKP di Satgas Pengawasan Keuangan PSSI,” tegas Erick.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler