Pengamat Pertanyakan Lonjakan Citra Positif KPK

Minggu, 26 Januari 2025 – 12:35 WIB
Ray Rangkuti. Foto: dok jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Citra Positif KPK Naik Bikin Pengamat Bingung

Polemik seputar tingginya citra positif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hasil penelitian Litbang Kompas, terus menuai polemik.

BACA JUGA: Eks Komisioner KPK Mengaku Pernah Bersitegang dengan Jaksa Soal Penanganan Kasus

Pasalnya, citra positif tersebut dinilai jauh panggang dari api.

Selain sejumlah pakar hukum dan ahli pidana, pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti juga mempertanyakan temuan Kompas.

BACA JUGA: KSST Desak KPK Tuntaskan Dugaan Kasus Korupsi Lelang Saham PT GBU

KPK, menurut Ray, bahkan lebih tampak pada kegiatan politik alih-alih pengungkapan kasus hukum. Ini karena yang dikejar oleh KPK lebih bernuansa politik, seperti kasus Hasto Kristiyanto.

“Jadi kalau tiba-tiba meningkat kepercayaan kepada KPK, saya juga angkat tangan. Saya tidak paham bagaimana menjelaskannya,” kata Ray kepada media.

BACA JUGA: Pakar Ragukan Hasil Survei Kompas soal Citra Positif KPK, 5 Kasus Ini Jadi Alasannya

Seperti diketahui, dalam temuan Litbang Kompas yang dipublikasikan 24 Januari lalu, citra positif KPK mengalami kenaikan dari 60,9 persen pada September 2024 menjadi 72,6 persen di Januari 2025.

Di antara lembaga-lembaga penegak hukum, dalam survei Kompas, KPK menjadi yang paling tinggi dibandingkan Kejaksaan (70 persen), Mahkamah Konstituti (69,1), Mahkamah Agung (69 persen), juga Polri (65,7 persen).

Menurut Ray, jika dilihat dari rekam penegakan hukum dan penanganan perkara, Kejaksaan jauh lebih terlihat ketimbang KPK.

“Kejaksaan jauh lebih terlihat dibandingkan KPK, tapi kok penghargaannya ke KPK, bukan Kejaksaan? Mana ada kasus di atas Rp 10 miliar yang ditangani KPK sekarang?” kata Ray. (dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler