Pengamat: Sistem Tiket Online Perbaiki Keuangan Bus Damri

Sabtu, 06 Juli 2019 – 14:24 WIB
Bus Damri yang membawa Presiden Jokowi dan rombongan saat melintasi Tol Surabaya-Mojokerto, dalam perjalanan menuju Semarang pada Kamis (20/12). Foto: M Fathra Nazrul Islam/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat Analis Kebijakan Transportasi Azas Tigor Nainggolan mengatakan, alternatif angkutan murah dari Bandara Soekarno Hatta adalah Bus Damri. Angkutan ini menjadi primadona, selain murah, pelayanan Bus Damri juga sudah membaik.

Menurutnya, dua tahun ini pelayanan bus Damri, khususnya jalur ke Bandara Soekarno Hatta sudah mengalami perbaikan. Salah satunya dengan pengadaan tiket online.

BACA JUGA: Sejumlah Sopir Bus Damri Mogok Kerja Hari ini

"Saya juga sebagai pengguna setia bus Damri mendapat banyak info bahwa manajemen Damri saat ini sedang banyak melakukan perbaikan sistem pelayanan. Salah satunya adalah mengurangi kebocoran pendapatan pelayanan Bus Damri,” Kata Tigor dalam keterangan persnya, Sabtu (6/7).

BACA JUGA: Sejumlah Sopir Bus Damri Mogok Kerja Hari ini

BACA JUGA: Transportasi Menuju Bandara Kertajati, dari Angkutan Travel Hingga Damri Gratis

Hal tersulit, kata Tigor, perusahaan negara di bidang transportasi darat itu mengalami kerugian besar dan bangkrut karena kebocoran atau korupsi di dalam tubuhnya sendiri.  "Jika tidak mau bangkrut terpaksa pemerintah mempertahankan dengan memberikan subdisi ke manajemen perusahaan transportasi tersebut. Tapi tidak dengan manajemen Damri saat ini," ujar Tigor.

Dia menambahkan, pemerintah bersama manajemen Damri memperbaiki mulai dari dalam, dengan membangun sistem pengawasan dan pengelolaan keuangan untuk peningkatan layanan. Misalnya saja saat ini sudah disiapkan sistem layanan tiket elektronik oleh manajemen Damri tapi tidak digunakan oleh pihak pengemudi dan bagian layanan di lapangan. Seperti pengahpusan kondektur. Karena kata dia, titik kebocoran ini ada di pengadaan kondektur.

BACA JUGA: Alhamdulillah, Koordinasi Tim Angkutan Lebaran Damri 2019 Berjalan Baik

BACA JUGA: Transportasi Menuju Bandara Kertajati, dari Angkutan Travel Hingga Damri Gratis

Padahal, lanjut Tigor, kondektur ini tidak masuk dalam struktur pelayanan bus Damri. Keberadaan kondektur honornya dibayarkan oleh pengemudi. Dimana letak kebocorannya, Tigor mendapat informasi bahwa satu pengemudi  bisa memiliki dan menggaji 3 orang Helper. Sementara pendapatan seorang pengemudi bus Damri saat ini take home pay nya Rp 10 juta.

"Pertanyaan sederhana saja dari mana uang pengemudi bisa menggaji hingga 3 orang kondektur? Mana ada orang yang pendapatannya dikurangi sangat besar begitu saja? Untuk mengurangi masalah kebocoran dan peningkatan layanan, kondektur dihapuskan," Ujarnya.

Penghapusan konduketr agar sistem pengawasan tiketing menurut Tigor berjalan baik, dan ternyata pendapatan Damri pada banyak jalur meningkat sampai 40 persen hingga 50 persen. "Nah berarti kondektur terbukti bagian dari masalah kebocoran tiketing Damri dong dan peniadaan kondektur menghasilkan kebaikan dalam layanan Damri,” tegasnya.

Tidak hanya itu, pengalamannya selama dua bulan ini menunjukan bahwa ada banyak pihak yang ingin menggagalkan bangunan perbaikan sistem layanan Damri saat ini. Kebocoran yang besar melalui sistem tiketing rupanya mau dipertahankan oleh mereka karena perbaikan sistem tiketing telah merusak pendapatan gelap mereka.

"Para mengemudi tetap mengambil ulang tiket penumpang di perjalanan dan tetap ada penjualan tiket di atas bus. Padahal manajemen sudah memasang alat kontrol tiket elektronik dan tidak membolehkan pemebelian tiket di atas bus," Papar Tigor.

Banyak laporan disampaikan pengguna atau penumpang bus Damri atas pengambilan tiket di perjalanan oleh pengemudi dan manajemen melakukan tindakan tegas terhadap pengemudi tersebut. Manajemen ingin membangun Damri dengan pelayanan terbaik kepada penumpangnya.

"Nah saya melihat penolakan para pengemudi atau petugas lapangan Damri ini adalah bagian menolak perbaikan pelayanan Damri. Saya mendukung manajemen bus Damri memperbaiki layanan kepada kamu penggunanya. Saya mendukung manajemen Damri menindak tegas para pencuri uang negara dalam pelayanan Damri," tandasnya.(mg7/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ada Shuttle Bus Damri Gratis Menuju Bandara Internasional Yogyakarta


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler