Pengungsi Korban Banjir Butuh Air Minum Kemasan dan Makanan Siap Santap

Minggu, 05 Januari 2020 – 12:22 WIB
Warga korban banjir di posko pengungsian Gedung PGRI Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, kesulitan air bersih. Foto: Antara

jpnn.com, JAKARTA - Air minuman kemasan plastik saat ini menjadi pilihan terbaik bagi korban banjir sebagai sumber hidrasi.

Pakar Polimer Institut Teknologi Bandung, DR Ahmad Zainal Abidin, mengatakan, kemasan plastik PET menunjukkan keunggulan dalam melindungi kualitas air minum yang sangat dibutuhkan saat bencana termasuk banjir.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: FPI Sebut 3 Menteri Lemah Soal Natuna, Anies Baswedan yang Dibanjiri Kritik

“Air mineral menggunakan kemasan yang baik karena telah menerapkan standar produksi yang ketat sehingga dari kualitas bisa dipastikan aman,” kata Ahmad dalam keterangannya, Minggu (5/1).

Selain higienis, air mineral juga sangat praktis karena bisa langsung digunakan para pengungsi tanpa harus memasak terlebih dahulu atau menggunakan gelas dan tumbler yang harus dicuci di saat air bersih sulit didapat.

BACA JUGA: Soal Tunjangan Guru Terdampak Banjir, Mas Nadiem Harus Adil

“Dari kondisi di pos pengungsian terbukti bahwa air kemasan masih sangat dibutuhkan masyarakat. Air dalam botol plastik PET sudah lama menjadi solusi bagi kebutuhan air minum, karena higienis dan praktis,” kata Ahmad.

Dia menegaskan, pelarangan air minum dalam kemasan botol plastik yang selama ini terus digaungkan sejumlah lembaga dan kementerian sebagai kebijakan yang keliru. “Kondisi di pos pengungsian ini membuktikan bahwa masyarakat masih sangat membutuhkan air minum kemasan dalam botol plastik,” tambahnya.

Selama ini, kata Ahmad, terjadi kesalahpahaman di masyarakat yang menganggap botol PET sebagai biang keladi kerusakan lingkungan. “PET mendapat stigma negatif karena dianggap tidak ramah lingkungan. Padahal sesungguhnya banyak sekali manfaat dari air minum yang menggunakan kemasan PET ini,” jelas Ahmad.

Dia menjelaskan, botol PET merupakan mata pencaharian bagi banyak kalangan. Mulai dari pembuat botol PET, para pekerja pabrik air minum dalam kemasan, hingga para pemulung dan industri daur ulang botol PET.

“Jadi tidak hanya produk air kemasannya yang berguna, kemasan PET dari air mineral pun setelah menjadi sampah masih sangat bermanfaat,” ujarnya.

Ahmad menambahkan, sampah botol PET bisa didaur ulang menjadi produk yang bermanfaat. Itu sebabnya mengapa botol PET itu dicari pemulung dari pagi sampai pagi lagi. Sampah botol PET adalah aset dan telah memberikan keuntungan pada hampir 5 juta orang pemulung di seluruh Indonesia.

Athika Fauzyah, anggota Komunitas Plastik untuk Kebaikan membenarkan pernyataan Ahmad saat memberikan bantuan air mineral kepada korban banjir di Ciledug Indah, Jumat (3/1).

Athika mengatakan, para pengungsi saat ini sangat membutuhkan makanan dan minuman yang praktis serta siap santap agar bisa langsung digunakan memenuhi kebutuhan mereka.

Menurut Athika, selain aman dan sehat, air mineral juga praktis untuk kebutuhan para pengungsi. (esy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler