Penjelasan Hasto soal Rencana Pertemuan Bu Mega dan Pak Prabowo

Selasa, 23 Juli 2019 – 17:12 WIB
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan sekretaris jenderalnya, Hasto Kristiyanto di Jakarta, Kamis (26/4). Foto: Ricardo/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengonfirmasi kabar tentang rencana pertemuan Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Menurut Hasto, rencana pertemuan ketua umumnya dengan  dengan rival Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 itu didasari spirit gotong royong dan upaya membangun silaturahmi.

“Ibu Megawati Soekarnoputri memang direncanakan bertemu dengan Pak Prabowo. Pertemuan dalam waktu dekat dan sebagai tradisi silaturahim yang baik untuk dijalankan para pemimpin,” ujar Hasto saat dikonformasi melalui layanan pesan singkat, Selasa (23/7).

BACA JUGA: Respons Abah soal Rencana Pertemuan Presiden Jokowi, Pak Prabowo & Bu Mega

BACA JUGA: Respons Abah soal Rencana Pertemuan Presiden Jokowi, Pak Prabowo & Bu Mega 

Hasto menambahkan, sampai saat ini hubungan antara Megawati dengan Prabowo berjalan baik. Selama kampanye Pilpres 2019, kata Hasto, kedua tokoh itu juga tak pernah membuat pernyataan yang saling menyudutkan ataupun menimbulkan jarak.

BACA JUGA: Jokowi: Peringatan Tsunami Sekarang Langsung Keluar di TV, Dulu Enggak

“Ibu Mega percaya pada kenegarawanan Pak Prabowo, sama halnya dengan Pak Jokowi. Kepemimpinan yang mempersatukan dan diwarnai dengan dialog antarpemimpin merupakan hal yang memang seharusnya dilakukan,” tutur Hasto.

Lebih lanjut Hasto mengatakan, pertemuan antara Megawati dengan Prabowo menyangkut aspek mendasar, yakni persahabatan. Kedua tokoh itu pernah berpasangan di Pilpres 2009 serta berkolaborasi mengusung duet Joko Widodo - Basuki T Purnama pada Pilkada DKI 2012.

BACA JUGA: Gerindra Makin Dekat, Partai Koalisi Jokowi Pada Galau

“Meski dalam pilihan politik berbeda, tetapi memiliki komitmen untuk berdialog dan meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya. Apa pun rekonsiliasi pascapemilu penting untuk dilakukan,” ujar Hasto.

Namun, Hasto mengharapkan pertemuan itu tak serta-merta dianggap sebagai pembentukan koalisi. Alasannya, pembicaraan soal koalisi harus melibatkan Presiden Jokowi dan seluruh partai pengusungnya di Pilpres 2019.

BACA JUGA: Besok Prabowo Bertemu Jokowi dan Megawati, di Mana ya?

“Jangan memaknai pertemuan itu sebagai pembentukan koalisi. Sebab terkait koalisi pasca-pilpres, fatsunnya harus dibahas bersama antara presiden dengan seluruh ketua umum partai koalisi,” tutur Hasto.

Lantas, di manakah Megawati dan Prabowo akan bertemu? “Tentang kapan dan di mana pertemuan itu akan kami informasikan lebih lanjut,” pungkasnya.(tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PA 212 Tidak Undang Amien Rais di Ijtimak Ulama IV, Begini Alasannya


Redaktur : Antoni
Reporter : Antoni, Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler