Para penumpang pesawat di Perth mengungkapkan rasa ‘frustrasi’ setelah penerbangan mereka ke Bali dibatalkan karena abu erupsi dari anak gunung Rinjani di Pulau Lombok.

Bandara di Bali dan Lombok ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut karena abu muntahan dari Gunung Barujari (anak gunung Rinjani), dan penerbangan antara Bali dan Australia-pun telah dibatalkan.

BACA JUGA: Australia Libatkan Indonesia Cegah Pendanaan Terorisme

Ben Sellers seharusnya menjadi pendamping pria di pernikahan teman baiknya di Bali akhir pekan ini, dan ia pergi ke Bandara Perth Rabu (4/11) pagi untuk mengejar penerbangan Air Asia ke Denpasar, setelah memeriksa bahwa maskapai ini tadinya akan tetap terbang.

"Saya sejujurnya menelepon call centre mereka dan butuh waktu sekitar satu jam untuk bisa berbicara dengan seseorang di sana," ujarnya.

BACA JUGA: Tersangka Penyelundup Manusia Dibebaskan dari Penjara di Adelaide


Ben Selles berencana untuk menggunakan transportasi lain menuju Bali.

Ia menceritakan, "Mereka mengatakan kepada saya sekitar dua jam sebelum saya sampai di sini ke bandara, penerbangan itu baik-baik saja, maka ketika saya tiba dan saya berada di antrian, saya mendapat email yang mengatakan bahwa penerbangan telah dibatalkan."

BACA JUGA: Pria Singapura Selundupkan Ikan Arwana Senilai Rp 2,5 Miliar ke Australia

Ben mengungkapkan, ia kecewa karena tak tahu sebelumnya tentang pembatalan ini, tapi ia akan mencoba untuk pergi ke Bali dengan cara lain.

"Saya mengerti mereka harus membatalkan penerbangan jika itu berbahaya, hanya saja akan jauh lebih baik untuk tahu lebih awal supaya bisa memesan penerbangan lain," sebutnya.

Ia lantas menuturkan, “Sang pengantin terjebak di Jakarta jadi saya akan mengatur penerbangan [ke sebuah pulau] terdekat lainnya dan mungkin naik kapal.”

"Pada dasarnya itu yang akhirnya akan saya harus lakukan. Saya bisa naik kereta api, bus dan feri di sana," sambungnya.

Rencana liburan terganggu kedua kalinya

Ini adalah kedua kalinya rencana liburan Adele Thomas ke Bali dibatalkan, setelah letusan Gunung Raung di Jawa pada bulan Juli.

Adele, yang berasal dari Dwellingup, selatan Perth, mengatakan, penerbangannya pada (4/11) dimaksudkan untuk menjadi awal dari liburan tertundanya pada bulan Juli lalu.

"Ini seperti 'oh tidak, ini kedua kalinya'," ujarnya.

Ia menuturkan, "Tak ada yang bisa Anda lakukan tentang hal ini jadi kita akan lihat, apakah akan terbang besok, mudah-mudahan ini hanyalah hari di mana kami tak beruntung dan jika tidak, kami hanya akan mengubahnya lagi untuk tahun depan dan pergi ke tempat lain."

Ia mengatakan, ia berharap Bandara Ngurah Rai dibuka pada (5/11) dan berharap agar itu menjadi penerbangan pagi buta.

"Kami akan kehilangan satu hari tapi itu tak terlalu buruk," sebutnya.

Awan abu vulkanik berketinggian satu kilometer dan bertiup ke arah barat daya dari Lombok menuju Bali.

Pada bulan Juli dan Agustus, puluhan ribu penumpang terdampar ketika abu dari Gunung Raung di Jawa Timur menghalangi jalur penerbangan di Bandara Denpasar.

BACA ARTIKEL LAINNYA... Total Belanja Fesyen Pengunjung Pacuan Kuda Melbourne Capai Rp 314 Miliar

Berita Terkait