Penyakit ini Sangat Berbahaya, Pasien Biasanya Tak Punya Keluhan

Kamis, 07 Oktober 2021 – 12:57 WIB
Ilustrasi - Olahraga teratur penting untuk mengantisipasi osteoporosis. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Penyakit osteoporosis sangat berbahaya, bahkan disebut penyakit penurunan massa tulang yang tersembunyi.

Menurut dokter spesialis ortopedi & traumatologi dr. Ricky Edwin Pandapotan Hutapea penyakit ini berbahaya karena tanda dan gejalanya tidak disadari.

BACA JUGA: Wapres Maruf Amin Ingatkan Masyarakat Bahaya Osteoporosis, Begini

"Penyakit ini bisa dikatakan silent disease, karena pasien biasanya tidak merasakan keluhan apa pun, hingga suatu saat bisa terjadi patah tulang dan penurunan kualitas hidup."

"Namun, osteoporosis sebenarnya bisa ditangani melalui pola hidup sehat, konsumsi nutrisi tepat, olahraga yang sesuai serta deteksi sedini mungkin," ujar dr. Ricky dikutip dari siaran resmi pada Kamis (7/10).

BACA JUGA: Sering Batuk Bisa Picu Osteoporosis

Penyakit ini juga dapat menyerang siapa saja terutama dewasa dan lansia.

Menurut pedoman pengendalian osteoporosis yang diterbitkan Departemen Kesehatan, di seluruh dunia terdapat satu dari tiga perempuan dan satu dari lima laki-laki berusia lebih dari 50 tahun mengalami osteoporosis.

BACA JUGA: Muncul Peradangan Pada Otot Jantung, Pemberian Vaksin COVID-19 Merek ini Dihentikan

Diperkirakan dua dari lima penduduk Indonesia juga berisiko terkena osteoporosis, bahkan pada 2050, pria dan wanita lebih dari 50 tahun (paling berisiko untuk osteoporosis) akan menjadi 1/3 dari total penduduk Indonesia.

Untuk mengatasi masalah osteoporosis, masyarakat diharapkan dapat memperbaiki gaya hidup dan juga mengubah pola makan dengan gizi seimbang.

Menurut Spesialis Gizi Klinik dr. Ida Gunawan, osteoporosis dapat disebabkan karena faktor usia, rendahnya asupan kalsium, antioksidan dan protein, maupun kurangnya aktivitas fisik serta gaya hidup yang kurang sehat.

Pola hidup sehat harus dimulai sedini mungkin untuk mencegah timbulnya osteoporosis.

Oleh karenanya sangat penting untuk mengkonsumsi nutrisi yang seimbang dan tepat dan juga melakukan gaya hidup sehat.

Salah satunya dengan tidak merokok, karena asap rokok yang merupakan radikal bebas dapat memperburuk kondisi osteoporosis.

"Konsumsi nutrisi yang tepat dan seimbang, misalnya makan makanan yang cukup mengandung protein, vitamin dan mineral."

'Seperti kalsium, magnesium, vitamin D, serta makanan yang kaya antioksidan seperti buah zaitun."

"Makanan bergizi seimbang ini harus ada dalam menu harian setiap hari mulai dari usia muda sampai usia lanjut," katanya.

Sementara itu, spesialis kedokteran olahraga dr. Antonius Andi Kurniawan mengatakan olahraga perlu diperhatikan untuk memperkuat tulang dan mencegah osteoporosis.

Setidaknya lakukan aktivitas fisik sebanyak 30 menit setiap hari dengan tetap memperhatikan beban yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

"Berolahraga tidak hanya membangun otot dan daya tahan, tetapi juga membangun dan mempertahankan jumlah dan ketebalan tulang atau kepadatan massa tulang."

"Wajib melakukan aktivitas fisik sebanyak 30 menit setiap hari," kata dr. Andi.(Antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler