Penyatuan Pertamina-PGN Rampung Tahun Ini

Sabtu, 29 April 2017 – 01:05 WIB
Pertamina. Foto: JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengupayakan pembentukan holding BUMN migas dapat terealisasi pada tahun ini.

Dua perseroan yang tergabung dalam holding adalah Pertamina dan Perusahaan Gas Negara (PGN).

BACA JUGA: Istimewa, PGN Cetak Laba Bersih Rp 1,29 Triliun

’’Saya harap, sih, selesai semester pertama tahun ini. Paling lambat tahun ini selesai,’’ kata Deputi Bidang Usaha Energi Logistik Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah di kantornya, Kamis (27/4).

Penyatuan dua perusahaan migas tersebut diharapkan berjalan baik serta sesuai dengan aspek legal maupun komersial.

BACA JUGA: Kuartal I 2017, PGN Raih Laba Rp 1,29 Triliun

’’Harus benar-benar bermanfaat untuk masyarakat, pemerintah, serta Pertamina-PGN secara korporasi,’’ ujarnya.

Saat ini dua perusahaan pelat merah itu merintis kerja sama untuk menurunkan harga gas.

BACA JUGA: PGN Pasok Gas ke Gedung Perkantoran MD Place Jakarta

Salah satunya, di Sumatera Utara yang berhasil menurunkan harga gas industri dari USD 12 per mmbtu menjadi USD 9 per mmbtu.

’’Jadi, ada penurunan 20 persen,’’ terang Edwin.

Kedua perseroan juga bekerja sama dalam distribusi gas sehingga stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) milik Pertamina kini mendapatkan pasokan gas dari PGN.

’’Jadi, sinergi Pertamina-PGN bukan sekadar omong kosong atau untung-untungan di buku masing-masing. Tapi, memberikan dampak langsung kepada masyarakat,’’ jelasnya.

Direktur Gas Pertamina Yenni Andayani menambahkan, proyek bersama Pertamina-PGN lain yang sedang berjalan adalah pipanisasi gas Duri–Dumai untuk memasok gas ke kilang RU II Dumai.

Selain itu, ada perluasan penggunaan pipa bersama atau open access dan monetisasi cadangan gas di lapangan gas milik Pertamina.

’’Kebutuhan pasar di Sumatera tidak bisa diabaikan. Sebab, ketika pemasok ready, pembeli ready, tapi infrastruktur tidak dibangun tepat waktu, yang dirugikan adalah konsumen,’’ urai mantan pelaksana tugas Dirut Pertamina tersebut.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Dilo Seno Widagdo menambahkan, saat ini pihaknya berupaya mempercepat pemasangan dispenser gas di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

’’Dari 150 SPBU yang direncanakan, ada 60 titik yang menjadi prioritas. Mayoritas ada di Pulau Jawa yang dekat dengan infrastruktur milik PGN,’’ terangnya. (dee/c22/noe)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dorong Investasi, PGN Tambah Pasokan Gas


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Pertamina   PGN  

Terpopuler