Pep Sulit Raih Trofi Liga Champions Bersama City, Mungkinkah Terwujud?

Rabu, 17 Maret 2021 – 19:19 WIB
Gelandang Manchester City asal Belgia, Kevin De Bruyne (kiri) merayakan golnya bersama rekan-rekan satu tim dalam pertandingan leg kedua 16 Besar Liga Champions melawan Borussia Monchengladbach di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, 16 Maret 2021. (AFP/ATTILA KISBENEDEK)

jpnn.com, HONGARIA - Liga Champions menjadi satu-satunya trofi yang sulit diraih Pep Guardiola bersama Manchester City selama lima tahun ini. 

Pemuncak klasemen Liga Premier itu selalu gagal melampaui delapan besar di bawah pelatih asal Catalan itu.

BACA JUGA: Benzema Cetak Rekor saat Madrid Melaju ke Perempat final

Namun, City kini mendapatkan kesempatan menyingkirkan sial itu bulan depan.

Mereka menunjukkan diri sebagai favorit untuk merebut gelar juara kompetisi ini lewat penampilan berkelas di ibu kota Hungaria.

BACA JUGA: Juventus Terlempar, Ronaldo Hengkang?

City meluncur mulus ke perempat final Liga Champions ketika dua gol dini yang dilesakkan Kevin De Bruyne dan Ilkay Gundogan.

Laga leg kedua kontra Borussia Moenchengladbach yang digelar di di Budapest, Rabu (17/3) WIB, berakhir dengan skor 2-0.

BACA JUGA: Gusur Madrid, Barca Tebar Ancaman ke Atletico

Hal tersebut memastikan City menang dengan agregat 4-0.

De Bruyne dan Gundogan menjadi dua dari sejumlah pemain tetap tim utama yang dibangkucadangkan oleh Guardiola saat menang 3-0 melawan Fulham Sabtu pekan lalu.

Akibatnya, City tampak segar kala menghadapi Gladbach yang sejak awal diserang tanpa henti yang memastikan kemenangan ke-24 klub ini dalam 25 pertandingan terakhirnya dalam semua kompetisi.

Phil Foden memaksa Yann Sommer melakukan penyelamatan di sisi kanannya sebelum De Bruyne menciptakan gol pada menit ke-12.

Enam menit kemudian gerakan mengalir dari belakang sampai depan membuat Foden bisa melepaskan Gundogan dari kepungan barisan belakang pertahanan Gladbach untuk mencetak golnya yang ke-15 musim ini.

Tim Bundesliga itu kini sudah kalah dalam tujuh pertandingan sejak manajer Marco Rose mengumumkan akan meninggalkan klub akhir musim ini untuk bergabung dengan Borussia Dortmund.

Gladbach setidaknya tampil lebih mengancam ketimbang pada leg pertama ketika Ederson dipaksa membuat penyelamatan untuk menangkal upaya Marcus Thuram sebelum jeda.

Lemahnya pertahanan telah menjadi penyebab tersingkirnya City pada Liga Champions sebelumnya di bawah asuhan Guardiola.

Mereka kebobolan enam gol melawan Monaco dalam dua leg pada 2017, lima gol oleh Liverpool setahun kemudian, empat gol oleh Tottenham pada 2019, dan menelan kekalahan mengejutkan 1-3 melawan Lyon musim lalu di Lisbon.

Namun setelah mendatangkan Ruben Dias, pasukan Guardiola berubah menjadi tim yang lengkap musim ini.

Kini, mereka malah berada di jalur meraih empat gelar, yakni Liga Premier, Liga Champions, Piala FA dan Piala Liga yang belum pernah terjadi sebelum ini.

City telah mencatat tujuh clean sheet berturut-turut dalam Liga Champions.

Dengan tiadanya pemain kunci yang absen karena cedera, Guardiola surplus pilihan sehingga tahun ini bisa menjadi tahun City untuk membuat terobosan besar di Eropa.

Fernandinho, Oleksandr Zinchenko, Aymeric Laporte, Sergio Aguero dan Raheem Sterling semuanya masuk bangku cadangan pada babak kedua untuk memberi tempat kepada Dias, Joao Cancelo, Gundogan, Rodrigo dan Bernardo Silva tampil menjelang laga Sabtu melawan Everton dalam perempat final Piala FA.

Mengutip AFP, City akan menjadi lawan yang ingin dihindari siapa pun saat undian delapan besar Liga Champions digelar Jumat pekan ini.(Antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler