Perang Bintang di Kejurnas PBSI 2018

Selasa, 18 Desember 2018 – 08:55 WIB
Ilustrasi bulu tangkis. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Sejumlah elite pebulu tangkis Indonesia bakal terjun di Kejuaraan Nasional atau Kejurnas PBSI 2018, 18-22 Desember.

Divisi 1 Kejuarnas akan digelar di Britama Arena, Mahaka Square Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sementara Divisi 2 di Gelanggang Remaja Tanjung Priok.

BACA JUGA: Pebulu Tangkis Pelatnas Bakal Kena Degradasi dan Promosi

Para pemain top Indonesia yang direncanakan berlaga membela klub yang membesarkan nama mereka adalah Kevin Sanjaya, Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, Greysia Polii dan masih banyak lagi.

“Secara umum persiapan sudah selesai, Kejurnas PBSI 2018 siap untuk dilaksanakan. Kami berharap pertandingan berjalan dengan lancar dan sukses, klub-klub yang bertanding bisa bersaing untuk meraih gelar juara dan pecinta bulu tangkis bisa menyaksikan pertandingan kelas dunia di Britama Arena nanti,” ujar Ketua Panitia Pelaksana, Achmad Budiharto.

BACA JUGA: Viktor Axelsen Dilarang Pakai Fasilitas Timnas Denmark

Menurut Ketua Harian PP PBSI, Alex Tirta, kejurnas merupakan puncak kegiatan dengan level tertinggi, karena seluruh pemain terbaik di Indonesia akan bertanding. "Ini juga merupakan ajang evaluasi bagi pembinaan atlet baik di pusat maupun di daerah,” ujarnya.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti mengatakan akan memanfaatkan hasil Kejurnas PBSI 2018 untuk memantau bibit-bibit potensial bulu tangkis Indonesia.

BACA JUGA: Daftar Tuan Rumah Kejuaraan Utama BWF 2019-2025

“Lewat Kejurnas kami harapkan bisa memantau bibit-bibit yang potensial agar lebih memudahkan kami di PBSI untuk menilai pantas tidaknya mereka bergabung di pelatnas. Ya pastinya ada proses dari pengumpulan point dari hasil prestasi selama satu tahun, yang puncaknya adalah di Kejurnas. Para juara di kelompok taruna divisi 1 Kejurnas ini bisa dipastikan akan dipanggil ke Pelatnas untuk diberikan kesempatan latihan bersama dan dinilai lebih lanjut dari semua kriteria. Baik fisik, teknik, karakter, disiplin, daya juang, dan lain-lain,” kata Susy.

Untuk kelompok dewasa, kejurnas secara bergantian setiap tahunnya mempertandingan nomor perorangan dan beregu. Tahun genap memainkan nomor beregu, sedangkan tahun ganjil untuk perorangan. Sedangkan kelas taruna U-19 setiap tahunnya mempertandingan nomor perorangan.

Selain terbagi menjadi dua kelompok usia, Kejurnas juga dibagi menjadi dua divisi yaitu divisi 1 dan divisi 2. Tiga ketentuan peserta yang masuk ke divisi 1 adalah mereka yang memiliki kontribusi besar dalam mengirim atlet ke Pelatnas PBSI. Selain itu, para atlet/klub yang meraih gelar juara 1 di divisi 2 pada Kejurnas tahun sebelumnya. Serta atlet tunggal dan ganda yang memiliki ranking 30 besar, dihitung dari satu bulan sebelum kejurnas.

Divisi 1 beregu campuran dewasa akan diikuti oleh klub Jaya Raya Jakarta, Djarum Kudus, Mutiara Cardinal Bandung, SGS PLN Bandung, Exist Jakarta, Berkat Abadi Banjar Baru dan PB AD Bandung.

Sedangkan di divisi 2 ada Banda Baru Batam, Menang Kalah Sehat Singaraja, Elang Yogyakarta, Jaya Raya Satria Sleman, Kamajaya Merangin, ICLI Gowata Sungguminasa, Tunas Jaya Kasturi Jambi, PBSI Pangkal pinang dan Sentra Banjarmasin. Sementara itu untuk kelompok taruna U-19, divisi 1 taruna diisi oleh pemain asal DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Pada 2016 lalu, Kejurnas beregu campuran dewasa divisi 1 dimenangkan oleh Djarum Kudus. Klub asal Jawa Tengah tersebut berhasil mengalahkan Jaya Raya Jakarta dengan skor 3-0.

Ihsan Maulana Mustofa, atlet tunggal putra Djarum Kudus, merupakan penyumbang poin kemenangan untuk Djarum Kudus tahun 2016 lalu. Sebagai salah satu andalan Djarum Kudus, Ihsan berharap bisa mempertahankan gelar untuk klub yang membesarkan namanya tersebut.

“Harapannya semoga tahun ini Djarum bisa kembali juara seperti tahun 2016. Target pribadi saya ingin main bagus saja. Berusaha menyumbangkan poin untuk tim,” kata Ihsan.

Muhammad Rian Ardianto, atlet ganda putra asal klub Jaya Raya Jakarta, pun tak mau kalah semangat untuk mengantarkan timnya menjadi juara tahun ini. “Saya berharap bisa membawa Jaya Raya juara Kejurnas kali ini. Targetnya buat saya sendiri ingin menyumbang poin kalau dikasih kepercayaan main. Harus optimis dan yakin dulu. Masalah menang apa kalah itu urusan belakangan,” ujar Rian.

Tiket.com untuk pertama kalinya akan menjadi sponsor utama Kejurnas. Chief Marketing Officer & Co-Founder Tiket.com, Gaery Undarsa berharap melalui turnamen ini dapat menjadi penyemangat untuk para atlet bulutangkis agar bisa terus berkarya.

“Sebagai salah satu perusahaan asli Indonesia, Tiket.com juga turut bersemangat menjadi bagian dari perhelatan kejuaraan nasional yang diselenggarakan oleh PBSI ini. Karena melalui kejuaraan ini, bisa menjadi jembatan sekaligus penyemangat untuk para atlet bulu tangkis agar bisa terus berkarya menunjukan kepada Indonesia dan di mata dunia bahwa negara ini punya banyak talenta-talenta terbaik dalam bulu tangkis," kata Gaery. (adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pengusaha Beras Beri Hadiah kepada Juara Bulu Tangkis


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler