Percayalah, Duet Ahok-Djarot Sangat Peka Gender

Senin, 02 Januari 2017 – 19:41 WIB
Duet Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI BAsuki T Purnama dan Djarot S Hidayat. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com - JPNN.Com - Sejumlah perempuan dari berbagai latar belakang yang tergabung dalam Perempuan Peduli Kota Jakarta menyatakan dukungannya kepada Calon Gubernur-Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama- Djarot Saiful Hidayat. Pertimbangannya karena duet petahana itu sangat berpihak pada kaum perempian.

Di antara Perempuan Peduli Kota Jakarta ada Saparinah Sadli. Mantan ketua Komnas Perempuan itu mengatakan, program Ahok dan Djarot sejak 2012 memungkinkan kaum hawa menjadi pelaku ataupun penerima manfaat hasil pembangunan. 

BACA JUGA: Ini Persamaan Habib Rizieq dengan Anies Baswedan

"Program layanan peka gender ditunjukkan dalam berbagai bidang di antaranya kesehatan, pendidikan, dan penguatan kohesi sosial di masyarakat," kata Saparinah dalam keterangan pers di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (2/1).

Saparinah lantas mencontohkan Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang menjadi terobosan pelayanan kesehatan komprehensif dan perlindungan kesehatan reproduksi perempuan.  Pelayanan gratis itu meliputi melahirkan, pemeriksaan papsmear, hingga pengobatan kanker serviks.

BACA JUGA: Sori, Modal Ganteng Tidak Cukup di Jakarta

"Fakta adanya penurunan angka kematian ibu (AKI) di Jakarta yaitu 98/100.000 adalah angka jauh di bawah AKl nasional.  Sebagai catatan, Angka Kematian Ibu di Indonesia merupakan tertinggi di Asia, sehingga pencapaian DKI Jakarta diharapkan bisa menyumbang AKI Nasional juga," kata dia.

Tak hanya di sektor kesehatan, sambung Saparinah, pemenuhan hak atas pendidikan yang dilakukan Ahok-Djarot juga dinilai penting. Menurut dia, perempuan berkepentingan langsung dalam pemenuhan hak atas pendidikan anaknya. 

BACA JUGA: Temui Habib Rizieq, Anies Jadi Jembatan Cinta

Aktivis pemberdayaan perempuan itu menyebut dana Rp 2,5 triliun telah dialokasikan untuk 750 ribu siswa penerima Kartu Jakarta Pintar (KlP). Pemegang KJP juga mendapatkan subsidi pangan dan bantuan transportasi.

"Tentu saja bantuan ini sangat meringankan beban masyarakat utamanya perempuan, karena secara langsung membuka kesempatan belajar lebih banyak kepada semua anak Jakarta, dan dampaknya secara langsung mengurangi angka perkawinan anak di Indonesia," kata dia.

Selain itu, kata Saparinah, penguatan kohesi sosial juga menjadi salah satu kekuatan pasangan Ahok-Djarot. Dia mencontohkan pembangunan Ruang Publik Terpadu Anak (RPTRA) 188 lokasi di Jakarta yang berfungsi untuk memperbesar ruang interaksi antar generasi warga DKI Jakarta.

Di situ generasi muda dan tua bertemu, anak punya tempat bermain dan orang tua mengawasi anak sambil berinteraksi dengan tetangga. "RPTRA kami pandang sebagai wujud nyata lingkungan Jakarta yang saling peduli,” tegasnya.(put/jpg)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hari Ini Anies Sapa Warga Grogol


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler