Perhimpunan Dokter Paru Imbau Masyarakat Waspadai Potensi Jamur Hitam

Rabu, 02 Juni 2021 – 10:33 WIB
Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Agus Dwi Susanto mengimbau masyarakat mewaspadai infeksi jamur hitam, khususnya pada kalangan penderita Covid- 19. Ilustrasi: Ricoardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Agus Dwi Susanto mengimbau masyarakat mewaspadai infeksi jamur hitam, khususnya pada kalangan penderita Covid- 19.

Di India, kata Agus, banyak ditemukan kasus jamur hitam sebagai infeksi mematikan yang muncul pada pasien yang terjangkit virus corona.

BACA JUGA: Lepas Batuan Tabung Oksigen, Menko Airlangga: Insyallah Saudara-Saudara di India Mendapatkan Manfaat

"Pasien yang terinfeksi jamur hitam menyebabkan perubahan warna pada mata dan hidung, penglihatan kabur, nyeri dada, dan kesulitan bernapas," katanya.

Menurutnya Perhimpunan Dokter Paru Indonesia juga meminta masyarakat mewaspadai penularan Covid-19.

BACA JUGA: 3 Ciri Infeksi Jamur Pada Kulit yang Sangat Mengganggu

Agus mengatakan pandemi saat ini masih menjadi masalah kesehatan hampir di seluruh dunia termasuk Indonesia.

"Kabar terbaru, beberapa negara seperti di India dan Malaysia terjadi pelonjakan kasus yang sangat signifikan," katanya.

BACA JUGA: Inggris Minta Ada Dosis Vaksin Baru untuk Varian Covid-19 Ganas dari Afrika Selatan

Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Persahabatan Erlina Burhan mengatakan jamur hitam berisiko memicu alergi hingga menginfeksi saluran pernapasan, otak manusia bahkan memicu kematian.

Erlina mengatakan konsumsi steroid berkepanjangan pada proses penyembuhan pasien Covid-19 berpotensi memicu jamur hitam di tubuh penderita.

"Penggunaan steroid jangka panjang bisa menurunkan sistem imun. Kalau menyerang pernapasan, tentu bisa sesak bahkan lumayan hebat kalau disertai Covid-19 yang diderita pasien," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengemukakan penyakit 'mukormikosis' atau jamur hitam yang berisiko menginfeksi pernapasan pasien Covid-19 hingga saat ini belum terdeteksi di Indonesia.

"Itu adanya di India. Tapi di kita (Indonesia) belum ya," kata Budi saat ditanya terkait penyakit jamur hitam di Indonesia usai meresmikan Sentra Vaksinasi Traveloka di Tangerang Selatan, Rabu pagi (2/6). (antara/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler