Peringatan dari Pak Ganjar untuk Para Penyedia Gas Oksigen: Jangan Egois

Senin, 05 Juli 2021 – 20:35 WIB
Gubernur Ganjar Pranowo mengunjungi depo oksigen. Foto: IG @ganjarpranowo

jpnn.com, DEMAK - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan sidak ke dua depo oksigen di Kabupaten Demak, Senin (5/7). Selain memeriksa pasokan oksigen, Ganjar juga memastikan tak ada kenaikan harga di tengah kondisi krisis saat ini.

Dua depo yang dicek Ganjar yakni PT Candi Mitra Gas di Jl Semarang-Demak KM 12.5 dan PT Tira Austenite di Kawasan Industri Banjardowo Semarang.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Prediksi Pak Luhut, Gawat, Kabar Gembira dari Mas Nadiem, Selamat Jalan Bu Rachmawati

Di dua lokasi itu, Ganjar melihat proses pengisian ribuan botol gas oksigen untuk memenuhi pesanan rumah sakit.

"Hari ini saya cek depo oksigen untuk memastikan suplainya ada. Sekaligus saya ingin mengkoordinasikan depo-depo ini, agar ke depan tidak ada yang kesulitan," kata Ganjar.

BACA JUGA: Ganjar Kunjungi Tiga Asrama Mahasiswa dari 3 Provinsi, Banyak yang Minta Vaksin Covid-19

Dia mengatakan, saat ini sudah membentuk Satgas Oksigen untuk mengatasi persoalan kebutuhan oksigen rumah sakit di Jateng. Satgas ditugaskan untuk memperbaiki SOP mulai rumah sakit sampai distributor.

"Jadi Satgas saya minta data, ada berapa deponya, pabriknya darimana, kapasitas berapa dan lainnya. Termasuk manajemen botol dan tabung di rumah sakit yang harus diperbaiki. Setelah habis, langsung ditaruh di depan untuk diangkut dan diisi ulang, jadi jangan sampai ada yang kekurangan," jelasnya.

BACA JUGA: Ya Ampun, Pak Ganjar Kaget Lihat RSUD di Pemalang Kotor dan Tak Terawat

Ganjar juga meminta seluruh suplier oksigen tidak mengedepankan ego masing-masing. Selama kondisi darurat ini, tabung-tabung yang kosong diharapkan bisa diisi oleh siapapun, tidak harus oleh supplier pemilik tabung.

"Jadi saya minta supplier tidak egois, botol yang kosong saya minta diizinkan diisi oleh supplier siapapun, sehingga jangan sampai ada yang kekurangan. Satgas saya minta mengoordinasikan itu dan dibuat MoU-nya. Nanti kami buatkan sistemnya agar semua lancar," ucapnya.

Selain memastikan suplai di depo-depo tersebut, Ganjar juga memeriksa harga oksigen. Sebab sebelumnya, ada yang mengatakan bahwa harga oksigen di Jateng sangat mahal dan naik berkali lipat selama pandemi.

"Dari dua depo yang saya datangi, harganya ndak naik. Mungkin itu yang naik botol-botol yang sudah ada di apotek dan untuk kepentingan pribadi. Mungkin, ya. Hari ini saya sudah cek dua vendor, tidak ada yang naik," tuturnya.

Pemilik PT Candi Mitra Gas, Doni mengatakan harga oksigen di tempatnya normal di angka Rp45.000 pertabung ukuran besar dan Rp30.000 untuk tabung ukuran kecil.

"Ndak ada kenaikan, harganya normal. Yang naik itu permintaan, karena biasanya sehari kami produksi 500 meter kubik, tapi sekarang bisa 1000 meter kubik per hari," katanya.

Hal senada disampaikan pemilik PT Tira, Yohana. Dia mengaku tidak ada kenaikan harga oksigen di tempatnya meski permintaan meningkat.

"Harganya tetap, dari dulu kami jual Rp55.000 untuk tabung enam meter dan Rp33.000 untuk tabung satu meter kubik. Saya ndak naikin harga, meskipun permintaan naik dari awalnya per hari 200 meter kubik, sekarang bisa 1000-1500 meter kubik per hari," ucapnya. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler