Permintaan Tinggi, PT Adhi Kartiko Pratama Melantai di Bursa

Selasa, 09 Januari 2024 – 12:05 WIB
PT Adhi Kartiko Pratama Tbk. (IDX: NICE), tercatat di Bursa Efek Indonesia melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Foto dok Adhi Kartiko Pratama

jpnn.com, JAKARTA - PT Adhi Kartiko Pratama Tbk. (IDX: NICE), perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan bijih nikel di Kabupaten Konawe Utara, resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Adapun jumlah saham yang ditawarkan dalam IPO ini adalah sebanyak 1.216.404.000 saham yang merepresentasikan 20% kepemilikan NICE dengan harga penawaran Rp. 438 per lembar saham, sehingga nilai IPO NICE adalah Rp. 532,78 miliar, dengan kapitalisasi pasar saham NICE mencapai Rp 2,66 triliun.

BACA JUGA: Penerapan Power Wheeling Perlu Dipercepat untuk Mengatasi Pemadaman Listrik

Selama proses penawaran umum, minat investor di porsi penjatahan terpusat cukup tinggi hingga terjadi kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak 15,72 kali.

Besarnya minat terhadap saham NICE mengindikasikan bahwa investor publik merespons positif potensi kinerja perusahaan ke depannya.

BACA JUGA: PT Wibu Sukses Bersama Hadirkan HaluApp Awards 2023

“Kami bersyukur IPO NICE berjalan lancar dan sukses. Aksi korporasi ini sangat penting untuk mewujudkan visi NICE sebagai pemain unggul dalam pertambangan dan pengolahan nikel di Indonesia dengan mengedepankan world-class mining standards,” ujar Presiden Direktur NICE, Stevano Rizki Adranacus di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (9/1).

Saham NICE juga telah mendapatkan penetapan sebagai Efek Syariah. Otoritas Jasa Keuangan menerbitkan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: KEP-89/PM.02/2023 tentang Penetapan Saham PT Adhi Kartiko Pratama Tbk. sebagai Efek Syariah.

BACA JUGA: Jamkrindo Resmikan Gedung Kantor Baru di Cirebon

Dalam proses IPO NICE tersebut, penjamin pelaksana efek dilakukan oleh PT KB Valbury Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. dan PT UOB Kay Hian Sekuritas.

Setelah tercatat di Bursa Efek Indonesia, NICE juga akan memulai fase baru dengan masuknya LX International Corp sebagai pemegang saham pengendali NICE yang baru (melalui PT Energy Battery Indonesia).

LX International Corp akan memiliki 60% saham NICE dengan harga perolehan sama dengan harga IPO. Hadirnya PT LX International Corp merupakan strategi untuk meningkatkan nilai perusahaan melalui pengelolaan sumber daya perusahaan dalam ekosistem dan rantai pasok industri pengolahan nikel dan baterai kendaraan listrik.

IPO NICE dan dukungan dari LX International Corp sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mendukung rencana jangka panjang Indonesia terkait hilirisasi industri nikel, dan berpartisipasi dalam inisiatif global ESG.

Perusahaan berharap NICE sebagai perusahaan publik akan berperan dan berpartisipasi aktif dalam pengelolaan dan pengolahan sumber daya alam yang berkelanjutan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler