Pernyataan Terbaru Ferdinand Hutahaean, Ada Istilah Setan Berkaki Tujuh

Minggu, 09 Januari 2022 – 17:39 WIB
Ferdinand Hutahaean. Ilustrasi Foto/dok: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Yayasan Keadilan Masyarakat Mandiri Ferdinand Hutahaean merasa heran ada pihak yang mempermasalahkan perubahan keterangan di Twitter akunnya.

Sebab, kata dia, keterangan akun yang tidak terverifikasi bisa diubah sewaktu-waktu oleh pemilik.

BACA JUGA: Ferdinand Mualaf, Kalimat Kapitra PDIP Ditujukan kepada Ustaz, Kiai, Ulama

Berbeda hal ketika akun tersebut telah terkonfirmasi resmi oleh Twitter.

"Nah, kalau akun tidak terverifikasi dia mau nulis hantu belau, setan berkaki tujuh, memang apa masalahnya? Apakah itu sebuah realita, kebenaran, fakta? Kan, tidak demikian," keluh Ferdinand Hutahaean melalui layanan pesan, Minggu (9/1).

BACA JUGA: Ferdinand Mengaku Mualaf, Chandra: Proses Hukum Tetap Harus Dilanjutkan

Sebelumnya, @FerdinandHaean3 menuliskan keterangan akun Twitter dengan Berpolitik untuk Bangsa, NKRI Pancasila, Tak Mengejar Surga, Masih Berbuat Dosa, Tak Beragama Tetapi Bertuhan.

Kini keterangan akun tersebut berubah, yakni Berpolitik untuk Bangsa, NKRI Pancasila, Tak Mengejar Surga, Masih Berbuat Dosa.

BACA JUGA: Ramalan Feng Shui 2022: 4 Shio Bakal Kena Ciong, tetapi Ada Solusinya

Ferdinand menduga adanya pihak yang mempermasalahkan perubahan keterangan di Twitter karena urusan hukum.

Terlebih lagi, dirinya telah dilaporkan atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan penistaan agama.

Laporan itu dilayangkan setelah Ferdinand menuliskan twit di akun @FerdinandHaean3.

Adapun, pria kelahiran Sumatra Utara itu dilaporkan setelah menuliskan twit dengan kalimat, "Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, DIA lah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela".

"Kita ini kadang-kadang terlalu kaku ketika hasrat ingin memenjarakan orang muncul, menjahati orang muncul, apa pun dinadikan itu sebagai senjata," ujar Ferdinand. (ast/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur : Soetomo
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler