Persaingan Mobil Listrik di Asia Tenggara Ketat, Indonesia Tidak Boleh Lelet

Selasa, 23 November 2021 – 22:17 WIB
VinFast President mobil listrik produksi Vietnam. Foto: VinFast

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat otomotif Bebin Djuana menilai pemerintah harus bergerak cepat untuk merealisasikan cita-cita industri mobil listrik nasional.

Pasalnya, Indonesia bukan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang merambah sektor tersebut.

BACA JUGA: Setelah Jajal Mobil Listrik Ini di GIIAS 2021, Jokowi Langsung Bilang Begini 

Menurut Bebin, persaingan ketat menuntut respons yang agresif. Jika tidak, Indonesia bakal tertinggal dan kelebihan-kelebihan yang dimiliki pun jadi sia-sia.

“Saat ini tidak ada yang perlu ragu lagi dalam mengembangkan kendaraan listrik di tanah air, karena pemerintah sudah sangat jelas membuat roadmap industri ini. Kalau tidak agresif Indonesia bisa tertinggal. Padahal kita memiliki pasokan bahan baku baterai mobil listrik yang melimpah," kata Bebin.

BACA JUGA: Analisis Ekonom soal Kans Indonesia Jadi Raja Mobil Listrik, Luar Biasa

Beben menyebut Vietnam sebagai negara Asia Tenggara yang industri mobil listriknya sudah melaju kencang.

Dengan modal investasi USD 5,4 miliar, Negeri paman Ho itu sukses melahirkan mobil nasional bertenaga listrik yang diberi nama VinFast

BACA JUGA: Jajaran Mobil Listrik yang Sudah Bisa Dipesan di GIIAS 2021 

Sementara itu, Indonesia sejauh ini masih belum mampu menunjukkan tajinya di sektor pengembangan kendaraan listrik.

Padahal, sektor ini adalah membuka pintu-pintu peluang baru bagi industri otomotif nasional.

“Pemerintah mesti aktif mengajak pihak swasta dalam mengembangkan kendaraan listrik di tanah air, sehingga ekosistem saling terhubung,” ujarnya.

Aksi yang dibutuhkan saat ini, kata dia, adalah dengan mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik mulai dari hulu hingga hilir. Termasuk di dalamnya menyediakan industri komponen penunjang, terutama baterai.

Dia menambahkan, pemerintah juga perlu menyusun skenario untuk mengimbangi penetrasi pasar oleh Vietnam.

Salah satunya adalah dengan membuka bisnis penyewaan baterai untuk menunjang eksistensi lalu lintas mobil listrik.

“Saat ini sejumlah negara sudah mulai serius untuk menanamkan investasi di sektor kendaraan listrik, seperti Korea melalui Hyundai. Dia sangat aktif dan justru menjadi perintis memproduksi mobil listrik di tanah air. Dan saya melihat itu menjadi trigger,” katanya.

Trigger itu, katanya, buat pemain-pemain lama yang sudah malang melintang dalam industri otomotif di Indonesia seperti merek-merek dari negeri Sakura.

“Korea sudah lompat ke listrik tapi Jepang justru ingin mengembangkan mobil hybrid yang bagus. Dan saya pikir pada tahun depan akan semakin banyak lagi pemain mobil listrik yang bakal masuk Indonesia, karena kita jelas punya daya tarik yang sudah mendunia,” pungkasnya. (dil/jpnn)

 

Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler