Persentase Kenaikan Elektabilitas Anies Ungguli Ganjar & Prabowo

Sabtu, 07 Oktober 2023 – 19:45 WIB
Anies Baswedan. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Calon Presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan mengalami kenaikan elektabilitas tertinggi dibandi dua capres lain, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo, berdasar survei Poltracking Indonesia yang dirilis, Sabtu (7/10).

Dalam survei periode 3-9 September 2023, Poltracking Indonesia mencatat elektabilitas Prabowo Subianto 38,9 persen, Ganjar Pranowo 37,0 persen, dan Anies 19,9 persen, tidak tahu/tidak jawab 4,2 persen.

BACA JUGA: Head to Head Poltracking: Ini Selisih Elektabilitas Prabowo Vs Anies

Pada survei yang digelar Poltracking Indonesia periode Juli 2023, Prabowo meraih elektabilitas 37,5 persen, Ganjar Pranowo 35,9 persen dan Anies di angka 15,3 persen.

Direktur Riset Poltracking Indonesia Arya Budi mengatakan bahwa elektabilitas tiga capres itu mengalami kenaikan.

BACA JUGA: Jusuf Kalla Sebut Anies Paket Komplet sebagai Pemimpin

"Akan tetapi kenaikan itu bervariasi," kata dia dalam paparan rilis survei nasional Poltracking Indonesia bertajuk “Kekuatan Politik Elektoral Menuju Pendaftaran Capres - Cawapres 2024” dilihat di akun Poltracking TV di YouTube, Sabtu (7/10).

Dia menjelaskan elektabilitas Prabowo pada survei Juli, 37,5 persen dan September 38,9 persen atau naik 1,4 persen.

BACA JUGA: Beri Bekal Multivitamin, JK Sebut Anies Capres yang Lengkap

Kemudian, elektabilitas Ganjar pada survei Juli 35,9 persen, September 37,0 persen.

"Ganjar mengalami kenaikan sekitar 1,1 persen," tegasnya.

Lalu, Anies Baswedan pada survei Juli 15,3 persen, September 19,9 persen, atau naik 4,6 persen. 

"Yang agak lumayan ialah Anies Baswedan, kenaikannya di angka sekitar 4 persen atau lebih. Jadi, praktis dari tiga capres yang agak lumayan naik Anies Baswedan," ungkap dia.

Dia menjelaskan bahwa pada satu dua hari sebelum pengambilan data survei ini, ada deklarasi calon wakil presiden pendamping Anies Baswedan, yakni Muhaimin Iskandar.

"Data survei merekam itu, dia kemudian mengalami kenaikan," kata dia.

Arya menambahkan bahwa dari survei-survei sebelumnya yang dilakukan Poltracking Indonesia, secara tren Prabowo cenderung mengalami kenaikan.

Ganjar juga cenderung mengalami kenaikan meski ada fluktuasi penurupan di April, kemudian mulai naik lagi di Juli dan September 2023

Sementara, Prabowo cenderung stabil dan naik secara konsisten meskipun agak landai dari 2021 sampai 2022.

"Kemudian mulai naik di awal tahun politik 2023 ketika dirinya mulai mendekatkan diri secata intensif dengan Presiden Jokowi," kata dia.

Nah, Arya menambahkan bahwa yang agak berbeda ialah elektabilitas Anies Baswedan.

Jika dicek data survei Poltracking sebelumnya, elektabilitas Anies secara tren cenderung fluktuatif. 

Dia memaparkan pada 2021 ketika Anies belum tahu apakah dideklarasikan sebagai capres atau tidak, elektabilitasnya berada di angka 18 persen atau di bawah 20 persen.

Kemudian, elektabilitas Anies mengalami kenaikan ketika ada deklarasi pencalonannya sebagai presiden oleh Partai NasDem.

"Kartunya kemudian hidup lagi mendekati angka 30 persen," katanya. 

Nah, lanjut dia, beberapa bulan kemudian elektabilitas Anies cenderung landai dan menurun, bahkan mengalami titik terendah di Juli 2023, yakni 15,3 persen.

Sementara, Prabowo stabil di 37,5 persen dan Ganjar 35,9 persen di Juli 2023.

"Nah, itu tidak banyak sosialisasi yang dilakukan Anies di bulan itu, sementara Prabowo intensif, dan Ganjar dideklarasikan April lalu mengalami kenaikan," jelasnya. 

Berbeda dengan survei September 2023, rata-rata capres menuju pendaftaran pasangan calon presiden dan calon wakil presiden di Komisi Pemilihan Umum, mengalami kenaikan. 

"Anies rebound lagi, setelah survei terakhir Juli (15,3 persen) kemudian September naik (menjadi 19,9 persen). Prabowo mengalami kenaikan sedikit lebih besar daripada Ganjar, dan Ganjar juga mengalami kenaikan," katanya.

Survei Poltracking yang dirilis hari ini, dilakukan pada 3-9 September 2023 dengan melibatkan 1.220 responden yang sudah memiliki hak pilih. 

Survei ini dilakukan dengan wawancara tatap muka langsung kepada responden terpilih. 

Adapun metode sampel menggunakan stratified multistage random sampling. Margin of error survei kurang lebih 2,9 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (Boy/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler