Persikabo Tampil Menekan, Sayang Nasib Berkata Lain

Kamis, 25 Maret 2021 – 21:17 WIB
Pemain nomor punggung 95 dari PSIS Semarang Komarudin saat mengontrol bola dan dijaga salah satu pemain Persikabo dalam pertandingan Grup A Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Kamis (25/03/2021). (ANTARA/Bambang Dwi Marwoto)

jpnn.com, SOLO - Persikabo 1973 Bogor tidak mampu memenuhi ambisinya setelah dikalahkan PSIS Semarang dengan skor 1-3 dalam pertandingan kedua Grup A Turnamen Piala Menpora 2021 yang digelar di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Kamis (25/3).

Babak pertama berlangsung cukup seru, karena kedua tim saling menyerang untuk bisa memenangkan pertandingan tersebut.

BACA JUGA: Patrich Wanggai Diserang Rasisme, PSSI hanya Bersikap Begini

Persikabo, di bawah asuhan pelatih Igor Kryushenko, pada babak pertama langsung menekan pertahanan PSIS.

Namun, ketatnya barisan belakang PSIS yang dikoordinir oleh Wahyu Prastyo dan kawan-kawan itu rupanya tidak mudah ditembus.

BACA JUGA: Cetak gol ke Gawang Prancis, Sydorchuk Bilang Begini

Bahkan, PSIS yang mengandalkan serangan balik cepat justru mendapat peluang untuk mencetak gol pada menit ke-17 melalui Fandi Eko Utomo.

Namun, tendangannya lemah sehingga mampu ditangkap kiper Persikabo Syahrul Trisna Fadillah, dan kedudukan tetap 0-0.

BACA JUGA: Lukaku tak Percaya Belgia Bisa Kebobolan

PSIS baru mampu menciptakan gol pada menit ke-21 melalui tendangan keras Farrel Arya Trisandika, yang tidak mampu diantisipasi kiper Persikabo, sehingga mengubah kedudukan menjadi 0-1 untuk PSIS Semarang.

PSIS kembali menambah gol pada menit ke-26 melalui tendangan Fandy Eko Utomo, yang memanfaatkan umpan balik dari Farrel.

Fandi langsung melakukan tendangan keras dari luar kotak penalti dan masuk, sehingga mengubah kedudukan menjadi 0-2 untuk PSIS.

Persikabo yang ketinggalan dua gol langsung melakukan inisiatif serangan dengan menekan pertahanan lawan.

Namun, rapatnya barisan pertahanan PSIS tidak mampu membuat Persikabo unggul, dan kedudukan tetap 0-2 untuk PSIS hingga babak pertama berakhir.

Permainan Persikabo di babak kedua terlihat monoton.

Meski mampu menguasai permainan, namun Persikabo belum bisa memperkecil kekalahan.

Sebaliknya, PSIS yang sudah unggul dua gol justru sanggup mempertahankan kemenangannya dengan mengandalkan serangan balik cepat.

Persikabo yang mengurung pertahanan PSIS juga belum mampu menciptakan gol. Bahkan, serangannya selalu digagalkan pemain barisan belakang lawan.

Sebaliknya, PSIS yang banyak mendapat tekanan dari Persikabo malah terus berusaha memperkuat barisan pertahanan dan mengandalkan serangan balik cepat dengan menempatkan satu pemain di depan, yakni Hari Nur Yuliyanto.

Namun, Hari dan kawan-kawan belum mampu menambah gol untuk timnya.

PSIS kembali menambah gol melalui titik pinalti setelah salah satu pemainnya dilanggar di dalam kotak terlarang itu pada menit ke-80.

Pratama Arhan Alif Rifai yang mengambil eksekusi tendangan pinalti itu berhasil mengecoh kiper Persikabo, sehingga mengubah kedudukan menjadi 0-3 untuk PSIS.

Persikabo akhirnya mampu memperkecil kekalahan melalui tendangan bola mati dari luar kotak pinalti yang dilakukan Firza Andika.

Bola tersebut gagal diantisipasi kiper PSIS Jandia Eka Putra, sehingga mengubah kedudukan menjadi 1-3 masih untuk PSIS.

Kedudukan 1-3 itu tetap bertahan hingga wasit yang memimpin pertandingan, Darma Santoso asal Medan, meniup peluit panjang tanda babak kedua berakhir.(Antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler