Pertamina Diminta Jelaskan Alasan Kerahkan Ormas dalam Sengketa Lahan di Pancoran

Jumat, 19 Maret 2021 – 20:46 WIB
Situasi bentrokan antarkelompok massa di Jalan Pancoran Buntu II, Jakarta Selatan, Rabu (17/3) malam. Foto: Instagram/Forum Pancoran Bersatu

jpnn.com, JAKARTA - Ombudsman Jakarta Raya meminta PT Pertamina menjelaskan alasan menggunakan ormas dalam pengamanan aset di Pancoran Buntu II, Jakarta Selatan.

Pasalnya, lahan di Pancoran Buntu II yang diklaim Pertamina itu berujung bentrokan dua kelompok massa pada Rabu (17/3) lalu.

BACA JUGA: Pertamina Angkat Bicara soal Keterlibatan Ormas dalam Konflik Lahan di Pancoran

Satu dari dua kelompok massa tersebut ialah oknum diduga ormas.

"Jika tujuannya pengamanan, maka Pertamina harusnya merujuk pada Tupoksi Polri yang salah satunya adalah pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas)," kata Kepala Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya Teguh P Nugroho dalam keterangannya, Jumat (19/3).

BACA JUGA: Sah, Komisioner Ombudsman RI Periode 2021-2026 Dilantik di Istana Presiden

"Tidak lantas mempergunakan tenaga ormas yang sama sekali tak memiliki diskresi untuk melakukan tindak pengamanan apalagi dengan kekerasan," sambung Teguh.

Dia menjelaskan, seharusnya Pertamina bisa bekerja sama dengan Polri dalam mengamankan aset negara.

BACA JUGA: Penjelasan Pertamina soal Sengketa Lahan Berujung Bentrok di Pancoran

Bukan malah menggunakan jasa ormas yang kompetensi diragukan dalam melakukan pengamanan aset.

"Polri jelas memiliki bukan hanya kewenangan, tetapi juga kompetensi dibandingkan dengan ormas," ujar Teguh.

Manager Legal PT PTC, Achmad Suyudi mengatakan pihaknya membantah telah mengerahkan ormas untuk menyelesaikan permasalahan tanah itu.

"Semua kami lakukan sesuai prosedur dan tidak ada cara-cara anarkis menggunakan ormas tertentu pada proses pemulihan aset," ujar Suyudi. 

Sebelumnya diberitakan, bentrokan yang terjadi pada Rabu malam itu disebabkan permasalahan sengketa tanah yang melibatkan PT Pertamina.

Sebanyak 28 orang alami luka-luka akibat bentrokan tersebut. 

"Perampasan ruang hidup yang dilakukan oleh PT Pertamina telah merusak mental dan fisik warga serta kawan solidaritas selama beberapa bulan ini," ujar salah seorang perwakilan Forum Pancoran Bersatu berinisial LA saat dikonfirmasi, Kamis (18/3).

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Azis Andriansyah mengatakan upaya mediasi antarkedua belah pihak sebetulnya sudah dilakukan.

Namun, karena ada sejumlah pihak yang tidak berkepentingan menunggangi kedua kelompok massa. Hal itu yang memicu bentrokan terjadi.

"Sebenarnya telah dilakukan upaya-upaya mediasi kedua belah pihak sama-sama menjaga situasi kamtibmas. Namun pada malam hari ini (Rabu (17/3)), bukan pihak-pihak yang bersengketa tetapi ada pihak-pihak luar yang menunggangi masing-masing kelompok," ujar Azis. (cr1/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Istri KSAD Jenderal Andika Punya Panggilan Khusus untuk Serda Manganang


Redaktur & Reporter : Dean Pahrevi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler