Pertukaran Pemuda Indonesia-Korsel: Ajang Belajar Membangun Kesepahaman dalam Perbedaan

Kamis, 27 Juni 2019 – 15:33 WIB
Para peserta Pertukaran Pemuda Indonesia - Korea Selatan 2019 di Hotel Ambhara, Jakarta pada Rabu malam (26/6). Foto: kemenpora

jpnn.com, JAKARTA - Manfaat dalam pertukaran pemuda Indonesia-Korea adalah untuk saling mengenal, karena fitrah kemanusiaan adalah perbedaan.

Sekalipun berbeda dari bahasa dan budaya, tetapi tetap diikat dengan kesamaan kemanusiaan, dan kesamaan status sebagai pemuda sebagai agen perubahan.

BACA JUGA: Harapan Kemenpora kepada Peserta Rakernas Gerakan Pramuka 2019

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Asrorun Ni’am Sholeh menyambut para peserta Pertukaran Pemuda Indonesia Korea 2019 di Hotel Ambhara, Jakarta pada Rabu malam (26/6).

BACA JUGA: Jelang Putusan Sengketa Pilpres, Massa Mulai Merapat ke Gedung MK

BACA JUGA: Timnas Pelajar U-15 Bertolak ke Portugal, Menpora: Jangan Berkecil Hati!

“Semua manusia yang diciptakan, masing-masing memiliki kelebihan sebagaimana juga memiliki kekurangan, sepuluh hari bersama ini para pemuda akan saling belajar. Salah satu ciri pemuda adalah kemauan belajar yang kuat, berpikir terbuka di tengah realitas yang ada, serta senantiasa berpikir inovatif,” tutur Ni’am.

Kegiatan Pertukaran Pemuda Indonesia Korea (PPIKor) atau Indonesia Korea Youth Exchange Program (IKYEP) merupakan kerjasama bilateral antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Korsel melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga Republik Korea.

BACA JUGA: Menpora Bangga Tim Esport Indonesia Ikut Kejuaraan Dunia PES League 2019 di London

BACA JUGA: Sempat Sembunyi di Hutan, Pelaku Penembakan Catut Akhirnya Berhasil Diringkus

Kegiatan ini telah berlangsung selama 9 tahun yang bertujuan mempererat hubungan kedua negara, khususnya dalam bidang kepemudaan.

Selain itu tujuan lainnya untuk meningkatkan kualitas dan wawasan pemuda kedua negara melalui rangkaian kegiatan di kedua negara.

Peserta kegiatan Pertukaran Pemuda antar negara ini diikuti 40 orang yang terdiri dari 20 orang pemuda Korea dan 20 orang pemuda Indonesia. Semua peserta akan mengikuti pelaksanaan fase Indonesia pada 25 Juni sampai 4 Juli 2019. Selanjutnya para peserta akan mengikuti kegiatan fase di Korea dari 5-14 Juli 2019.(jpg/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menpora Luncurkan Logo dan Maskot ASEAN Schools Games 2019


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler