Pertumbuhan Tabungan BNI Surabaya Tertinggi

Jumat, 16 November 2012 – 02:47 WIB
SURABAYA - Dana murah atau casa, khususnya tabungan, menjadi incaran perbankan. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Kantor Wilayah Surabaya pun memaksimalkan diri untuk meningkatkan tabungan.

Chief Executive Officer BNI Kanwil Surabaya, Dasuki Amsir mengatakan pertumbuhan tertinggi dana pihak ketiga (DPK) sampai kuartal III/2012 dibanding periode yang sama tahun lalu adalah tabungan. Mereka membukukan growth 29,07 persen atau menjadi Rp 10,6 triliun. Kemudian, giro naik 28,39 persen atau tercatat Rp 4 triliun di September lalu.

Sedangkan, deposito hanya naik 18,9 persen dengan membukukan Rp 6,6 triliun. "Total DPK sampai September adalah Rp 21,2 triliun atau tumbuh 16,36 persen," kata Dasuki kepada wartawan di sela Media Gathering BNI Kanwil Surabaya, di Hotel Bumi Surabaya, Rabu (14/11).

Tingginya pertumbuhan dana murah membuat kontribusi casa juga meningkat dari 62,19 persen menjadi 68.88 persen terhadap total DPK. Dasuki menambahkan untuk mempertahankan sustainable financial growth pihaknya fokus terhadap consumer & retail banking dan business banking. Caranya menambah outlet.

Sepanjang sembilan bulan ini mereka telah meresmikan 13 kantor dan 550 ATM, sehingga total keseluruhan outlet 167 unit dan 987 ATM. "Sampai akhir tahun proyeksi ATM adalah 1.022 unit. Tambah ini diharapkan pertumbuhan dana murah makin agresif," papar Dasuki.

Untuk lending, pertumbuhan penyaluran kredit pada akhir kuartal III/2012 mencapai 24,41% dibanding penyaluran kredit pada periode yang sama tahun lalu. Menurut Dasuki pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi di Jatim turut mendorong moncernya penyaluran kredit di provinsi ini.

"Total penyaluran kredit kami mencapai Rp 20,89 triliun, naik dari posisi akhir kuartal III/2011 yang tercatat Rp 16,79 triliun," ujarnya.

Dasuki menambahkan, penyaluran kredit masih didominasi sektor produktif yakni mencapai 85,19 persen. Sedangkan sisanya sekitar 14,89 persen disumbang oleh kredit konsumer. Meski dominan, pertumbuhan kredit produktif pada periode tersebut tidak secepat kredit konsumsi.

Kredit produktif tumbuh sekitar 21,46 persen sedangkan kredit konsumsi tumbuh 44,66 persen. "Target sampai akhir tahun adalah Rp 23,46 triliun atau naik 24,41 persen dibandingkan posisi akhir 2011," cetusnya.(dio)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Djarum Raup Dividen Interim Rp 505,73 M dari BCA

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler