Perusahaan Rusia Siapkan Hadiah Rp 1 Miliar Bagi Penghancur Tank Baru Ukraina

Senin, 30 Januari 2023 – 23:13 WIB
Tank M1A1 Abrams milik Amerika Serikat adalah salah satu tank yang dijanjikan Barat kepada Ukraina. Foto: ANTARA

jpnn.com, MOSKOW - Sebuah perusahaan Rusia menawarkan uang tunai RUB 5 juta (sekitar Rp 1 miliar) kepada tentara pertama yang menghancurkan atau merampas tank buatan Barat di Ukraina.

Amerika Serikat, Jerman, dan beberapa negara Eropa lainnya bersiap untuk mengirim puluhan tank tempur canggih ke Kyiv selama beberapa bulan ke depan untuk membantu meningkatkan kapasitas militer Ukraina saat perang mendekati tanda 12 bulan.

BACA JUGA: Amerika Siap Kirim Tank Terkuatnya ke Ukraina

Keputusan tersebut dikritik oleh Kremlin sebagai eskalasi yang berbahaya, dan juru bicara Dmitry Peskov mengatakan tank akan "terbakar" di garis depan.

Sekarang sebuah perusahaan Rusia - Fores, sebuah perusahaan berbasis di Ural yang membuat proppant untuk industri energi - menawarkan pembayaran tunai kepada tentara Rusia yang "menangkap atau menghancurkan" tank Leopard 2 buatan Jerman atau tank Abrams buatan AS.

BACA JUGA: Bantuan Tank Aman, Ukraina Kini Incar Jet Tempur Andalan NATO

Perusahaan mengatakan akan membayar RUB 5 juta kepada tentara Rusia pertama yang menghancurkan salah satu tank, dan RUB 500 ribu untuk semua serangan berikutnya.

Menggemakan bahasa yang digunakan oleh pejabat Rusia dan pembawa acara TV pro-perang, Fores mengatakan NATO memompa Ukraina dengan jumlah senjata "tak terbatas" dan meningkatkan konflik.

BACA JUGA: Rusia Kerahkan Robot untuk Hancurkan Tank Abrams dan Leopard Ukraina

Dia juga mengatakan akan membayar hadiah 15 juta rubel ($ 215.000) untuk jet tempur buatan Barat, seandainya mereka dikirim ke Ukraina.

Tank-tank tersebut belum dikirim ke Kyiv, dan bisa memakan waktu beberapa bulan sebelum sebagian besar pengiriman yang dijanjikan dikirim.

Sejak awal konflik, kementerian pertahanan Rusia mengklaim telah menghancurkan ratusan senjata Barat.

Kyiv sebelumnya menolak pernyataan tersebut, menyoroti misalnya bahwa Rusia mengklaim telah menghancurkan lebih banyak bantalan peluncur roket HIMARS buatan AS daripada yang pernah dikirim ke negara tersebut.

Pengiriman senjata canggih Barat sebelumnya, khususnya HIMARS, telah dikreditkan dengan membalikkan gelombang perang 11 bulan, membantu Kyiv mengamankan serangkaian kemenangan mengejutkan dan mendorong mundur pasukan Rusia dari wilayah yang direbut pada awal invasi. (reuters/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler