Pesan Harianto Badjoeri Saat Momen Peringatan Sumpah Pemuda

Senin, 28 Oktober 2019 – 16:23 WIB
Harianto Badjoeri. Foto: Dokpri

jpnn.com, JAKARTA - Lembaga swadaya masyarakat yang mendedikasikan pada kemanusiaan, HB Center meminta generasi muda bangsa untuk membangkitkan jiwa patriotisme yang peduli pada masalah kemanusiaan dan tidak terkotak-kotak dengan urusan agama maupun kedaerahan atau etnis.

“Jangan memupuk diri dengan jiwa sukses yang individualistik,” ujar pendiri sekaligus Presiden HB Center, Harianto Badjoeri dalam siaran persnya, Senin (28/10/2019) menyikapi hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober.

BACA JUGA: Anggota DPR Ratu Wulla: Sumpah Pemuda Jadi Momentum Memerangi Radikalisme

Harianto Badjoeri yang oleh koleganya akrab disapa HB ini mengatakan, pemuda sebagai penerus bangsa masa depan mesti memiliki jiwa peduli pada kemanusiaan yang tinggi, karena tantangan bangsa ke depan adalah tentang kemanusiaan itu sendiri. Akan banyak tragedi kemanusiaan yang muncul di tengah-tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Ada tragedi akibat bencana alam, penyakit, kelaparan, dan kesengsaraan hidup lainnya yang akan menimpa manusia,” kata HB.

BACA JUGA: Sumpah Pemuda Harus Menjadi Tonggak Baru Hadapi Tantangan Global

Itulah sebabnya, HB meminta generasi muda untuk terus memupuk semangat juang untuk kemanusiaan. Tragedi kemanusiaan tidak mungkin dibiarkan, karena akan memundurkan kualitas hidup bangsa itu sendiri.

Setiap anak bangsa, khususnya generasi muda, kata HB, mesti bergandengan tangan membantu yang lemah dan tidak beruntung dalam kehidupan. Generasi muda yang lebih beruntung dalam kehidupan mesti membagi keberuntungannya kepada saudara sebangsa yang belum beruntung.

“Jangan biarkan penderitaan menimpa apalagi merejalela di tengah-tengah bangsa ini,” tambah HB.

HB Center sendiri sudah bergerak dengan membantu warga yang mengalami tragedi kemanusiaan. Mulai dari menyumbang vitamin, obat-obatan, dan masker untuk korban paparan asap di Sumatera, menyantuni korban tabrak lari dari keluarga miskin, membiayai pengobatan pasien gagal ginjal dari keluarga miskin, membiayai pendidikan master bagi mahasiswa berprestasi anak pengayuh becak, sampai mengurusi pengobatan penderita kanker payudara dari keluarga miskin.

“Mari bergandengan tangan menjadikan diri kita sebagai relawan kemanusiaan untuk melawan semua tragedi yang bisa menimpa siapa saja,” kata HB mantab.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler