Pesan Penting dari Profesor Tjandra, Jangan Disepelekan

Jumat, 14 Mei 2021 – 09:15 WIB
Warga berkerumun, berburu kebutuhan Lebaran di Pasar Tanah Abang. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Di masa peringatan Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah ini, terkadang sulit untuk menghindar dari kerumunan agar tidak terpapar COVID-19.

Guru Besar Paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Profesor Tjandra Yoga Aditama memberikan saran pada Anda yang terpaksa berada di dalam kerumunan misalnya karena harus menyelesaikan urusan tertentu.

BACA JUGA: Waspadai Lonjakan Kasus, Mutasi Covid-19 Mengintai Remaja!

"Tetaplah dijaga jarak sedikitnya satu meter dengan orang lain di sekitar kita, ada juga yang menyebut jarak lebih jauh khususnya kalau di dalam ruangan," kata dia dalam pesan elektroniknya, dikutip Jumat (14/5).

Hal ini sesuai dengan pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni berada lebih jauh dari orang lain lebih aman ketimbang berada pada jarak dekat bersama-sama untuk mencegah penularan bila di sekitar Anda ada yang batuk, bersin atau berbicara keras.

BACA JUGA: Vaksin Sinovac Cegah Kematian Akibat Covid-19 Hingga 98 Persen

Penularan virus penyebab COVID-19 diketahui melalui tetesan air pernapasan dari batuk, bersin atau bahkan berbicara seseorang yang terinfeksi pada orang lain.

Apabila Anda terlalu dekat dengan seseorang yang terkena COVID-19, Anda bisa menghirup tetesan yang dia keluarkan, kata WHO.

BACA JUGA: Bobby Nasution Mendapat Kabar tentang Nasib Warganya, Langsung Bergerak Bersama Istrinya

Menjaga jarak setidaknya satu meter menjadi salah satu anjuran para pakar kesehatan untuk menurunkan risiko Anda terkena lebih dari 80 persen.

Tetapi ini juga perlu dibarengi penerapan protokol kesehatan lain seperti penggunaan masker yang tepat dan baik serta kebiasaan selalu mencuci tangan.

Selain jarak, Anda juga disarankan mempersingkat waktu berada di dalam kerumunan.

Tjandra menuturkan, semakin lama Anda menempatkan diri dalam kerumunan, maka semakin besar pula peluang Anda tertular COVID-19.

"Lebih pendek waktu seseorang dalam kerumunan maka akan lebih kecil kemungkinan tertular COVID-19, dan kalau berlama-lama maka makin makin besar kemungkinan penularannya. WHO menyebutnya sebagai shorter time periods with others are safer," tutur Tjandra.

Dalam kondisi yang mengharuskan Anda bertemu dengan sejumlah orang, usahakanlah lokasinya berada di luar ruang karena sesuai dengan anjuran WHO yakni udara terbuka lebih aman daripada ruangan tertutup.

Kalaupun terpaksa harus berada di dalam ruangan maka seharusnya ada ventilasi terbuka dengan udara luar.

Tjandra mengingkatkan, berada di dalam rumah saat ini jauh lebih aman. Kalaupun harus keluar rumah, pastikan itu sebatas untuk urusan mendesak.

"Tentu sudah jelas anjuran adalah agar lebih baik di rumah saja kalau tidaklah terlalu perlu ke luar," demikian pesan Tjandra. (antara/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler