Pesawat Berangkat Tanpa Pemberitahuan, 120 Calon Penumpang Ditinggal

Sabtu, 12 Agustus 2017 – 00:42 WIB
Para calon penumpang Lion Air ditinggalkan di Bandara Juwata Tarakan, kemarin (11/8). Foto: ELIAZAR/KALTARA POS

jpnn.com, TARAKAN - Maskapai penerbangan Lion Air meninggalkan 120 calon penumpangnya di Bandara Juwata Tarakan, Kaltara, kemarin (11/8).

Para penumpang yang tidak terima ditelantarkan pun langsung menumpahkan kekesalannya kepada petugas maskapai di bandara. Suasana bandara menjadi ricuh.

BACA JUGA: Lion Air Bakal Panggil Pilot dan Pihak Ground Handling Bandara Tarakan

Diketahui Pesawat dengan nomor penerbangan JT 673 PK LFT tujuan Balikpapan tersebut, sebenarnya bertolak sesuai jadwal pukul 05.55 Wita. Namun saat berangkat, jumlah penumpang yang masuk ke pesawat hanya 86 penumpang saja.

Ternyata, penyebab dari ketinggalannya 120 penumpang tersebut lantaran hingga jam keberangkatan para penumpang masih melakukan check in.

BACA JUGA: Lion Air Pastikan Ratusan Penumpang yang Terlantar Hari ini Bakal Diterbangkan

Nah, pas tepat jam keberangkatan sesuai jadwal, pilot memilih langsung berangkat dan meninggalkan 120 penumpang lainnya.

Rio, salah satu penumpang yang ditemui Kaltara Pos (Jawa Pos Group) mengatakan, saat akan tinggal landas kru Lion Air tak memberikan laporan bahwa pesawat akan segera berangkat. Sedangkan, di ruang check in calon penumpang tengah mengantre.

BACA JUGA: Runway Tanjung Harapan Bagus, Uji Coba Wings Air Mulus

“Ini pesawat tiba-tiba berangkat, kita penumpang masih melakukan check in,” ujar Rio.

Diungkapkan Rio, dirinya sendiri sudah tiba di terminal keberangkatan pada jam 04.30 Wita dan mengaku dirinya tidak terlambat untuk melakukan check in.

Yang membuat check ini lama, lanjut Rio, karena adanya gangguan pada sistem check in Lion Air sehingga menggunakan check in manual.

“Kata petugas ada gangguan server, jadi kita check in pakai manual makanya lama. Namun setelah kita check in dan naik ke ruang tunggu ternyata pesawat sudah tidak ada,” ungkapnya.

Selain Rio, tampak pula diantara 120 penumpang tersebut salah satu pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tarakan, Syamsi Sarman.

Saat dikonfirmasi ia mengatakan, dirinya yang berniat berangkat ke Jakarta untuk menghadiri kegiatan yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) RI.

“Acaranya itu jam 9 pagi, jadi karena saya terlambat hari ini mungkin saya hanya bisa ikut acaranya besok saja,” bebernya.

Ditambahkan Syamsi, dirinya sempat menanyakan mengenai standar operasional prosedur (SOP) saat pesawat akan berangkat. Padahal, biasanya selalu ada informasi dari petugas bandara tentang kondisi terbaru sebelum berangkat.

“Biasanya ada pemberitahuan kalau ada yang terlambat dan namanya dipanggil, ini tidak ada sama sekali,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bandara Juwata Tarakan, Hemi Pamuraharjo, mengatakan, ia menganggap pilot sudah melanggar prinsip tanggung jawab pengangkut.

Pasalnya, pilot meninggalkan penumpang yang sedang dalam proses check in manual yang membutuhkan waktu lama.

“Kalau dia bertanggung jawab maka dia tidak akan meninggalkan penumpang, jadi ini bukan delay atau cancel. Namun ini adalah tindakan pilot yang tidak bertanggung jawab,” ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, Hemi langsung melakukan koordinasi dengan Lanud Tarakan dan Polres Tarakan untuk melakukan pengamanan, guna meredam amarah penumpang yang batal berangkat.

“Pihak bandara juga sudah meminta kepada pihak Lion Air untuk memberikan prioritas pada penumpang yang tidak terangkut pada penerbangan berikutnya. Dengan catatan tidak ada penumpang dan calon haji tertinggal,” bebernya.

Hemi juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak Lion Air pusat dan meminta agar mengambil tindakan kepada pilot yang bersangkutan. Kedua, dirinya juga sudah meminta pesawat pengganti.

Sebanyak 120 penumpang tersebut harus menunggu hingga kurang lebih 10,5 jam, sejak antre mulai pukul 04.30 Wita hingga berangkat pukul 15.00 Wita.

Meski demikian, selama menunggu, manajemen Lion Air tetap memberikan kompensasi sesuai aturan yang berlaku. Mulai pemberian makanan ringan, makanan berat, hingga kompensasi uang Rp 300 ribu untuk setiap calon penumpang.

Pihak Lion Air menerbangkan seluruh calon penumpang dengan menggunakan dua pesawat sekira pukul 15.00 Wita.

Dua pesawat yang mengangkut adalah JT 267 tujuan Surabaya yang sedianya bertolak 09.30 Wita. Satu pesawat lagi adalah JT 675 tujuan Balikpapan - Yogyakarta - Makassar – Jakarta.

Namun, dampak dari insiden ini, keberangkatan jamaah haji dari berbagai daerah di Kalimantan Utara, tertunda. Puluhan jamaah haji terlantar di ruang VIP Bandara Juwata Tarakan untuk menunggu keberangkatan.

Pihak Lion Air sendiri memberikan tambahan 1 extra flight khusus untuk mengangkut jamaah haji. Pesawat tersebut bertolak sekira pukul 18.00 Wita.

“Sudah kita sepakati jamaah haji kami tunda, dan nanti ada extra flight khusus jamaah haji,” kata Airport Manajer Lion Air Cabang Tarakan, Moses. (zar)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Lion Air Buka Rute Penerbangan Jakarta-Sanya Tiongkok


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler