Pesawat Pembom AS Abaikan Klaim Tiongkok di Wilayah Sengketa

Rabu, 27 November 2013 – 23:53 WIB

jpnn.com - TOKYO - Militer Amerika menerbangkan dua pesawat pembom B-52 di atas wilayah udara Laut China Selatan yang disengketakan. Manuver AS itu memunculkan kesan menantang klaim Tiongkok atas wilayah itu.

Namun, Kementerian Pertahanan AS di Pentagon menyatakan bahwa pesawat terbangnya melintasi wilayah tersebut dengan mengikuti prosedur biasa. "Kami tengah menggelar operasi di wilayah Kepulauan Senkaku," ujar Juru Bicara Pentagon, Kolonel Steve Warren seperti dilansir BBC, Selasa (26/11).

BACA JUGA: Tiongkok Bidik Qualcomm dengan Kasus Monopoli

Menurutnya, pesawat yang diterbangkan dari pangkalan militer AS di Guam itu tidak dipersenjatai. Sebab, pesawat itu hanya mengambil bagian dalam latihan rutin di lokasi yang diperebutkan ini.

Setelah terbang, kedua pesawat dipulangkan ke Guam. "Kami memakai prosedur normal yakni tidak melapor rute tujuan perjalanan kami, tidak mengirim kabar lewat saluran radio dan tidak membeberkan posisi frekuensi kami," lanjutnya.

BACA JUGA: Bangkok Memanas, WNI di Thailand Diminta Waspada

Seperti diketahui, China telah menetapkan zona pertahanan wilayah udara di pulau yang tengah disengketakan, yakni Senkaku dalam Bahasa Jepang, atau Diayou dalam Bahasa China. Pemerintah Beijing mewajibkan pesawat mana pun yang melintas di atas wilayah pulau yang disengketakan itu untuk mematuhi aturan China.

Jepang langsung bereaksi keras atas penetapan zona udara tersebut dengan menyebutnya tidak sah. Dua maskapai penerbangan terbesar Jepang juga menyatakan akan menuruti seruan Tokyo agar tak mengindahkan pernyataan sepihak Tiongkok.

BACA JUGA: Direlokasi, Tasmanian Devil Suka Curi Sepatu

Jepang juga mengajukan protes resmi atas sikap Tiongkok itu. Sementara Taiwan yang juga mengklaim wilayah ini menyatakan menyesalkan tindakan tersebut dan akan mengambil langkah untuk melindungi keamanan wilayahnya.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel menyebut tindakan Beijing itu sebagai upaya menggoyahkan stabilitas kawasan untuk mengubah status quo. AS yang telah menempatkan sekitar 70 ribu personel militernya di Jepang dan Korea Selatan, menyatakan tak akan mengindahkan aturan baru yang dibuat Tiongkok itu.(esy/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tiongkok Siapkan Wahana untuk Petakan Bulan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler