Petani Tebu Magetan Dukung Firli Maju Capres 2024 Demi Wujudkan Swasembada Gula

Rabu, 12 Oktober 2022 – 11:11 WIB
Para petani tebu Kabupaten Magetan, Jawa Timur di area perkebunan tebu, Desa Pelem, Kecamatan Karang Rejo, Kabupaten Magetan, Selasa (11/10) mendeklarasikan dukungan kepada Firli Bahuri untuk maju sebagai Capres pada Pilpres 2024. Foto: Petani Tebu

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri kembali mendapat dukungan untuk maju pada Pilpres 2024.

Kali ini datang dari gabungan petani tebu Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

BACA JUGA: Petani Kakao Dukung Firli Maju Jadi Capres 2024, Begini Harapannya

Mereka menggelar acara deklarasi di area perkebunan tebu, Desa Pelem, Kecamatan Karang Rejo, Kabupaten Magetan, Selasa (11/10).

Koordinator acara Waryono mengatakan Firli menjadi pilihan petani karena dipercaya mampu mewujudkan swasembada gula.

BACA JUGA: Forum Guru Honorer: Semoga Pak Firli jadi Presiden Sehingga Mengubah Nasib Kami

“Kami melihat kesungguhan Pak Firli membela petani. Koruptor dan mafia gula ditangkap, mafia impor dijebloskan ke penjara,” ungkapnya.

Dia menjelaskan selama ini keberadaan koruptor dan mafia telah menghambat kebijakan swasembada gula.

BACA JUGA: Inginkan Presiden Antikorupsi, Petani Sawit Minta Firli Maju Pilpres 2024

Akibat ulah mereka, program seperti bantuan dana dan pupuk subsidi tidak sampai ke petani atau salah sasaran.

Selain itu, koruptor dan mafia juga ditengarai leluasa bermain tata kelola pangan. Ini dibuktikan, salah satunya, dengan fenomena hujan produk gula konsumsi impor di pasar pada saat musim giling.

“Jadi murah harganya sehingga jelas kami rugi, dan ini sudah dari dulu begini,” tegasnya.

Dia merasa heran dengan kebijakan impor yang dilakukan terus menerus untuk memenuhi kebutuhan gula dalam negeri.

Di samping bisa merusak harga petani, kebijakan itu juga dinilai bertentangan dengan program swasembada gula yang sejak lama dicanangkan pemerintah.

“Kalau impornya gula mentah untuk bahan baku sementara tak masalah, tapi masak dari dulu begitu, jangan-jangan benar perusahaan-perusahaan itu cuma main impor, tidak tanam tebu,” ujar Waryono.

Berangkat dari sengkarutnya tata kelola gula, pihaknya kemudian berkesimpulan bahwa harus ada pemimpin nasional yang punya nyali untuk mereformasi tata kelola gula.

Pemimpin yang dimaksud betul-betul serius menjalankan kebijakan program swasembada pangan.

Selain itu, memihak dan mengutamakan kepentingan petani, serta berani memangkas ketergantungan terhadap impor.

“Kami yakin Pak Firli jawabannya, sudah terbukti di KPK,” pungkas Waryono. (fri/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler