Pilkada DKI Memanas, Muhammadiyah Keluarkan 7 Maklumat Menyejukkan

Jumat, 14 Oktober 2016 – 12:32 WIB
Haedar Nasir. Foto: dok/Jawa Pos

jpnn.com - JAKARTA - Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir mengeluarkan tujuh maklumat berisi imbauan dan pesan moral untuk keluarga besar Muhammadiyah, dalam menyikapi kian memanasnya suasana jelang Pilkada DKI Jakarta. 

Pesan itu disampaikan Haedar melalui tulisan berjudul "Istiqamah di Garis Khittah dan Kepribadian Muhammadiyah", yang dirilis Jumat (14/10).

BACA JUGA: Eva Celia dan Sophia Latjuba Punya Pilihan yang Sama

"Mencermati suasana kehidupan politik nasional jelang pilkada serentak yang mulai menghangat. Muhammadiyah menyadari bahwa politik itu sarat prokontra dan kontroversi tergantung kepentingan para pihak untuk memperebutkan kekuasaan," tulis Haedar mengawali pesannya.

Namun demikian, pihaknya berharap kontestasi politik itu berlangsung demokratis, elegan, bermartabat, dan berkeadaban. Semua pihak diminta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan Pancasila sebagai basis berpolitik adiluhung, serta tidak boleh mengabaikan dan menihilkan nilai-nilai luhur itu. 

BACA JUGA: Jadi Jubir Tim Ahok-Djarot, Sophia Latjuba Ngaku Dapat Dukungan Sang Kekasih

"Kepada kekuatan-kekuatan nonpartai termasuk ormas dan media massa agar tetap menjalankan peran sosialnya yang mencerdaskan dan mencerahkan serta tidak partisan sehingga kehilangan fungsi kontrolnya," sambung Haedar.

Khusus kepada keluarga besar Muhammadiyah, dia meminta hendaknya istikamah berpegang pada khitah dan kepribadian Muhammadiyah dengan mengindahkan hal-hal berikut:

BACA JUGA: Nah Lo...Kata PDIP Perlu, Hanura Bilang Nggak Usah

Pertama, tetap memposisikan dan memerankan Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah kemasyarakatan yang tidak berpolitik praktis.

Kedua, tidak membawa institusi organisasi termasuk ortom dan amal usaha dalam percaturan politik dukung mendukung atau tolak menolak sebagaimana garis persyarikatan.

Ketiga, tidak membikin pernyataan-pernyataan resmi yang mengatasnamakan Muhammadiyah.

Keempat, mengedepankan akhlak karimah dalam berpendapat, bersikap, dan bertindak sesuai tuntunan Islam.

Kelima, menjauhkan diri dan tidak melakukan hal-hal yang anarki, kekerasan, permusuhan, kebencian, dan konflik yang merugikan kehidupan bersama.

Keenam, bekerjasama dengan pihak manapun untuk kebaikan dan kemaslahatan serta menciptakan ketertiban dalam masyarakat luas

Ketujuh, tetap bergairah membangun amal usaha dan kegiatan-kegiatan dakwah yang membawa kemajuan umat dan bangsa.

"Agar sesama anak bangsa saling menghormati dan saling percaya, serta tidak saling merendahkan dan menghinakan martabat, sehingga perbedan politik tetap bermartabat dan berkeadaban. Kembangkan sikap saling toleran dan tidak menghujat sebagai cermin bangsa berakhlak utama," pungkas mantan Ketua PP Pelajar Muhammadiyah itu. (fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PKB dan Demokrat Dorong Percepatan Proses Hukum Kasus Ahok


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler