Pilkada Lambar Masuk Zona Merah

Senin, 25 April 2016 – 08:20 WIB
Warga melihat DPT di depan TPS. Foto ilustrasi dok.JPNN

jpnn.com - BALIKBUKIT – Pilkada Lampung Barat (Lambar) yang akan digelar 2017 mendatang diprediksi rawan kecurangan. Pengawas pemilu memasukkannya ke dalam zona merah.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung Barat  menganggap prediksi itu sebagai peringatan, sehingga penyelenggara pilkada harus bekerja dengan sebaik-baiknya. 

BACA JUGA: Soal Koalisi, PKB Pasrah Pada Calon

“Tak masalah bagi kami sebagai penyelenggara.  Bahkan  dengan predikat sebagai zona merah, kami akan menggandeng semua pihak, mulai  dari pengawas pemilu, kepolisian hingga masyarakat  untuk bersama-sama melakukan pengawasan  hingga predikat tersebut tidak lagi  disandang oleh Bumi Beguai Jejama Sai Betik,” ungkap Ketua KPU Lambar Imtizal, kemarin. 

Menurut dia, kemungkinan predikat zona merah tersebut disematkan ke Lambar, lantaran adanya kejadian pada penyelenggaran pilkada sebelumnya. 

BACA JUGA: Pimpin Golkar Jabar, Dedi Janji Perangi Politik Uang

“Tentu dengan adanya statemen dari Bawaslu kalau  Lambar sebagai zona merah. Terutama mengacu pilkada sebeluimnya. Ini justru akan menjadi perhatian serius  bagi kami selaku penyelenggara,”  imbuhnya.

Untuk pelaksanaan pilkada 2017, sambung dia, pihaknya akan bekerja profesional sehingga citra Lambar sebagai daerah zona merah akan  terhapus. Sebagai lembaga independen, KPU memastikan tidak akan ditunggangi oleh oknum-oknum, melainkan akan  bekerja sesuai perundang-undangan yang berlaku.

BACA JUGA: Hari Ini, Bawaslu Mulai Rekrut Pengawas Pilkada

Sementara itu, KPU Lambar juga menunda pelaksanaan jadwal penandatanganan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) sebagai bentuk kesiapan tersedianya anggaran bagi terlaksananya tahapan pilkada Lambar. 

Sebelumnya, penandatanganan NPHD dengan total anggaran Rp18 miliar, dijadwalkan dilakukan KPU bersama pemerintah digelar hari ini (25/4). 

“Kami terpaksa mengundur pelaksanaan penandatanganan NPHD lantaran adanya instruksi dari KPU Provinsi Lampung untuk dilakukan penundaan.  Mengingat akan adanya perubahan terkait mekanisme-mekanisme pilkada,” pungkasnya.  (nop/lus/rnn/c1/gus/sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Yusuf Mansur: Kalau Saya Jadi Gubernur Enak Ini


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler