Pindahkan Pusat Pemerintahan ke Tongzhou, Tiongkok Ikut Boyong Puluhan Ribu PNS

Sabtu, 27 Juni 2015 – 06:56 WIB

jpnn.com - BEIJING - Kondisi Kota Beijing yang superpadat membuat Pemerintah Tiongkok mengambil langkah tegas. Salah satunya, berencana memindahkan pusat pemerintahan dari Beijing ke Tongzhou. Saat ini rencana tersebut sudah dalam tahap finalisasi. 

Bukan hanya pusat pemerintahannya yang dipindahkan. Puluhan ribu pegawai negeri sipil juga diwajibkan ikut. Selain itu, bakal ada pembangunan kampus Universitas Remin yang baru, rumah sakit, serta sekolah dasar dan menengah. Pemindahan tersebut diharapkan bisa mengurangi polusi, kemacetan, dan kepadatan penduduk di Kota Beijing.

BACA JUGA: Ingin Rasakan Bagaimana Mati, Pria Ini Kubur Diri, Akhirnya

"Jika pemerintahan bisa dipindahkan ke Tongzhou, ini tentu saja bisa membuat pengaturan kota menjadi lebih baik," ujar Pengamat Tiongkok di Fangtang Zhang Wuming. 

BACA JUGA: Ular Raksasa Ini Mati setelah Memangsa Landak seberat 13 Kilogram, Ini Fotonya

Sejak 65 tahun yang lalu Beijing memang meniru cara kepemimpinan kekaisaran Tiongkok. Yaitu, hidup dan bekerja di pusat kota dekat istana lama kaisar, Kota Terlarang. 

Itu merupakan kompleks istana pada periode kekaisaran Dinasti Ming dan Dinasti Qing di area kota tua Beijing. Kala itu pembicaraan untuk pindah dari Beijing adalah sesuatu yang tabu. Namun, kini hal tersebut tampaknya tidak berlaku lagi. 

BACA JUGA: Nenek 58 Tahun Ini Merasa Seksi, Bisa Membuat Laki-laki Menangis

Tongzhou, timur Beijing

Para pengamat menuturkan bahwa perpindahan itu juga merupakan bagian dari kebijakan Presiden Tiongkok Xi Jinping untuk mengotakan negaranya. Selama 1,5 tahun ini pemerintah mengungkapkan ambisinya untuk membuat kluster perkotaan yang berisi 130 juta penduduk, seukuran dengan Kansas, AS.

Rencana relokasi tersebut dinamai Jing-Jin-Ji. Yakni, penggalan dari kata Beijing, Tianjin, dan Ji, nama tradisional untuk Provinsi Hebei yang mengelilingi dua kota itu.  

Bukan tanpa alasan nama tersebut diambil. Sebab, Tongzhou terletak di daerah pinggiran di timur Beijing dan dekat dengan Hebei. Jika pindah ke Tongzhou, pemerintah bisa fokus mengintegrasikan Beijing, Tianjin, dan Ji atau Hebei. 

Tongzhou Universal Studios

Pemerintah Tiongkok pun tidak membantah maupun membenarkan kabar itu. Namun, kabar tersebut telah membuat harga rumah di Tongzhou melonjak tajam. 

Penduduk Tongzhou yang tinggal di daerah pinggiran takut tidak akan bisa membeli rumah di area tengah kota. Namun, di sisi lain, mereka juga senang karena peluang mendapatkan pekerjaan bakal semakin besar.

Kendati tidak diklarifikasi secara resmi, namun dalam websitenya pemerintah Tongzhou telah menginstruksikan agar tidak dilakukan pembangunan di beberapa area. Kemungkinan kawasan inilah yang bakal dipakai untuk memindahkan pusat pemerintahan. 

Beberapa laporan menyebutkan bahwa Pusat Partai Komunis dan beberapa komite politik akan dipindah ke Lucheng, Tongzhou. Koneksi kereta api bawah tanah dari Beijing ke Lucheng baru-baru ini telah dibuka. 
      
Beberapa sumber lingkungan pemerintahan Tiongkok menyatakan bahwa perpindahan ini bakal diumumkan pada Hari Nasional pada 1 Oktober nanti. 
Pegawai senior di Badan Industri dan Perdagangan menyatakan bahwa kantornya telah menerima pemberitahuan bulan lalu untuk bersiap pindah. Namun proses perpindahan bakal membutuhkan waktu beberapa tahun hingga benar-benar selesai. 
      
"Para pejabat sebelumnya menghentikan rencana ini karena mereka berfikir bahwa ini terlalu merepotkan. Tapi Xi mendorong adanya integrasi (antar wilayah) jadi mereka melakukannya," ujar salah seorang mantan petugas partai yang bekerja di sekretariat Partai Komunis. (The New York Times/Shanghaiist/sha/c20/ami)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Alamak... Selfie dengan Bintang Film Panas di Kokpit, Dua Pilot Ganteng Ini Dipecat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler