PKN 2021: Jokowi Singgung Keberagaman Agama, Mas Nadiem Mengajak Bergerak Bersama

Sabtu, 20 November 2021 – 21:58 WIB
Pekan Kebudayaan Nasional tahun ini masih diselenggarakan virtual. Foto Humas Kemendikbudristek

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengatakan banyak hal yang bisa dipelajari dan dirujuk dari ilmu pengetahuan serta kearifan masa lalu karya nenek moyang bangsa.

Menurutnya, ilmu pengetahuan dan kearifan masa lalu tersebut mungkin tidak tertulis dalam buku literatur atau artikel ilmiah dalam standar modern.

BACA JUGA: Anak Lina Jubaedah dan Teddy Dikabarkan Hidup Sengsara, Putri Delina Bilang Begini

Melainkan tertuang dalam bentuk narasi lisan, skrip drama, dan pewayangan serta berbagai kebiasaan-kebiasaan para leluhur.

“Semua itu adalah warisan kebudayaan yang kaya akan kearifan dan ilmu pengetahuan,” kata Presiden Jokowi saat membuka pekan kebudayaan nasional (PKN) secara virtual, Jumat (19/11).

BACA JUGA: 3 Tokoh PAN Ini Disebut Berjasa Kepada Muhammadiyah

Dia menyampaikan bahwa keberagaman etnis, adat istiadat, agama, karakter masyarakat, serta setiap tantangan yang dihadapi nenek moyang bangsa Indonesia di masa lampau telah melahirkan solusi dalam menopang keberlangsungan hidup.

Solusi tersebut diwujudkan dalam seni dan budaya yang salah satunya adalah melalui jamu dan ilmu pengetahuan lainnya pada zaman itu.

BACA JUGA: Dokter Gregory Budiman Bicara Tentang Suntik Putih dan Vitamin

Oleh karena itu, presiden mengimbau agar masyarakat melestarikan dan melindungi keberagaman hayati termasuk plasma nutfah alam Indonesia.

Kekayaan ini bermanfaat untuk pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Selain melestarikan dan belajar dari kebudayaan nenek moyang, saya juga minta untuk terus kita memahami alam kita yang sangat kaya dan sekaligus kompleks ini," ucapnya.

Jokowi berpesan jangan tergesa menyimpulkan suatu adat atau  kebiasaan masyarakat asli kita itu tidak baik atau buruk, bisa jadi hanya karena kita belum mampu menjelaskannya secara ilmiah.

Sejalan itu, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan PKN menjadi momentum untuk menyatukan gerak langkah lewat budaya.

Ini adalah waktu terbaik kita merancang bersama tata hidup baru yang lebih berkelanjutan dengan semangat budaya bangsa.

Menteri Nadiem menyoroti semangat yang tertuang dalam tema PKN 2021.

Cerlang merupakan terang yang membimbing kita menemukan jawaban dari berbagai tantangan. Terang yang menuntun kita ke masa depan.

"Sekarang tiba saatnya bagi kita untuk mencari pelita, bergerak bersama dalam terang menuju Indonesia tumbuh dan Indonesia tangguh,” jelasnya.

Dirjen Kebudayaan, Kemendikbudristek, Hilmar Farid berharap PKN 2021 yang puncaknya dilaksanakan 19-26 November ini menjadi wadah pemanfaatan kekayaan potensi budaya setempat dalam upaya memperoleh solusi yang berkelanjutan bagi masalah-masalah dunia hari ini.

“Sudah waktunya Cerlang Nusantara itu menjadi pandu kita bersama menuju masa depan pascapandemi. Kearifan lokal dari segenap warisan,” ucap Hilmar.

Keanekaragaman budaya kata Hilmar bisa menjadi sarana untuk memecahkan aneka persoalan bangsa dan memberi jaminan keselamatan hidup bagi segenap warga bangsa.

Khususnya dalam pemenuhan segi-segi kehidupan yang paling mendasar. (esy/jpnn)


Redaktur : Yessy
Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler