PKS Berisik soal Kunker Luar Negeri, Menhan Prabowo Merespons Begini

Senin, 20 Januari 2020 – 21:44 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dihujani interupsi saat mengikuti rapat bersama Komisi I DPR di Gedung DPR RI. Foto : Antara/ Aditya Pradana Putra/ama.

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto merespons kritikan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terkait seringnya ia berkunjung ke luar negeri. Menurut Prabowo, kunjungan ke luar negeri harus dilakukan untuk menjajaki kemungkinan-kemungkinan kerja sama dengan negara lain, seperti dalam bidang alat utama sistem persenjataan (alutsista).

“Memang kami butuh untuk keliling untuk menjajaki kemungkinan- kemungkinan. Kita harus pelajari alutsista yang ada,” kata Prabowo kepada wartawan usai rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (20/1).

BACA JUGA: Anak Buah Prabowo Lebih Berpeluang Jadi Wagub DKI ketimbang Kader PKS

Ketua umum Partai Gerindra itu mengatakan Indonesia perlu mendapatkan dukungan dari negara lain dalam upaya memperkuat pertahanan. Selain itu, kata dia, juga meminta dukungan supaya negara lain mau menjual alutsista kepada Indonsia.

“Kemudian kita juga harus minta dukungan dari negara-negara lain karena belum tentu alutsista itu diberi kepada kita untuk dibeli,” ungkap Prabowo.

BACA JUGA: Bela Prabowo, Dasco Sebut PKS Jangan Genit

Sebelumnya diberitakan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS Mardani Ali Sera mengatakan bahwa Presiden Jokowi saat pidato kenegaraan 16 Agustus 2019 sudah mengingatkan agar meminimalkan kunjungan ke luar negeri. Dia bahkan menyebut kunjungan ke luar negeri bisa diganti dengan komunikasi melalui smartphone.

“Dunia sudah terkoneksi. Kedua, kunjungan ke luar negeri monggo saja dilakukan tetapi mesti dipastikan return on investment-nya jauh lebih baik. Semua perlu disampaikan pada publik secara transparan,” kata Mardani kepada wartawan.

BACA JUGA: NasDem Dekati PKS untuk Adang Prabowo-Puan Maharani di Pilpres 2024?

“Ketiga, semua pejabat publik mesti siap untuk mendapat pengawasan dari publik. Karena dana yang digunakan memang dana masyarakat,” sambung anggota Komisi II DPR itu.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan mengingatkan bahwa kunjungan Prabowo ke luar negeri itu atas perintah Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

“Iya, atas perintah presiden dan seizin presiden,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (17/1).

Dia menegaskan, perintah kunker ke luar negeri itu diberikan saat rapat terbatas bidang pertahanan. Menurut dia, kunker itu bertujuan untuk meninjau dan meningkatkan hubungan kerja sama pertahanan dengan negara-negara yang dikunjungi.

“Sekaligus melihat alat-alat pertahanan. Jadi, itu bukan kehendak Pak Prabowo untuk jalan-jalan. Satu lagi, (PKS) jangan genit,” ujar Dasco. (boy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler