PLN Lakukan Pemadaman Bergilir

Senin, 01 April 2013 – 02:43 WIB
JAKARTA – Pemadaman lisrik akan dilakukan PT PLN (Persero) di sebagian pelanggan Jakarta dan Jawa Barat menyusul perbaikan menara atau tower saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) di Sumedang Jabar. Sutet yang menyalurkan listrik dari Mandirancan (Cirebon) ke Bandung Selatan itu rusak karena adanya pergeseran tanah (landslide) di sekitar pondasi.

Dua tapak tower bergeser mengakibatkan tower bengkok dan rawan roboh. Akibatnya transfer daya dari pembangkit yang ada di wilayah timur Jawa ke wilayah barat (Jakarta dan Jawa Barat) berkurang sekitar 750 MW.

“Perbaikan ini harus dilakukan untuk menghindarkan kerusakan yang lebih parah yang dapat mengganggu penyaluran tenaga listrik. Pekerjaan direncanakan berlangsung hingga tanggal 5 April 2013,” kata General Manager Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Jawa-Bali E Haryadi dalam keterangannya, Minggu (31/3).
 
Perbaikan menara Sutet yang sudah berumur lebih dari 10 tahun tersebut dilakukan sejak Kamis (28/3). Haryadi menyebut, akumulasi curah hujan yang tinggi yang terjadi sejak beberapa bulan lalu memengaruhi stabilitas pijakan tanah dari menara Sutet 500 kV di sekitar area Sumedang. Namun, PLN berusaha menyelesaikan ganguan di jalur Sutet ini secepat mungkin dengan melakukan pekerjaan nonstop di area gangguan hingga tuntas.
 
“Sejak Kamis pukul 22.00, PLN mulai melakukan perbaikan tower Sutet di Sumedang selama 8 hari. Kami sengaja memanfaatkan waktu libur panjang di saat beban rendah sehingga dampak pemadaman dapat diminimalisasi,” papar Haryadi.
 
Menara Sutet yang sedang diperbaiki dan dipindahkan lokasinya berada di desa Cikahuripan, Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang Jawa Barat. Tower pengganti sudah terbangun 80 persen, untuk penyelesaian pekerjaan meliputi, finalisasi pembangunan tower, pemindahan konduktor, dan pembongkaran tower lama membutuhkan 8 hari pekerjaan.
 
Sutet Mandirancan-Bandung terdiri dari dua sirkuit. Keberadaannya sangat penting lantaran wilayah barat Jawa membutuhkan transfer listrik rata-rata yang mencapai 2.500 MW dari wilayah tengah dan timur Jawa. Dimana 1.700 MW di antaranya dipasok via Mandirancan-Bandung Selatan dan sisanya via Tasik-Depok.
 
Beban listrik di wilayah barat Jawa, yakni Jawa Barat, Jakarta, dan Banten sekitar 13.500 MW terdiri dari Jakarta-Banten 9.500 MW dan Jabar 4.000 MW. Dengan terganggunya satu sirkuit Mandirancan-Bandung Selatan transfer dibatasi 1.600 MW agar tegangan wilayah barat terutama DKI masih dapat terpenuhi.
 
Menurut Haryadi, pemadaman pada minggu depan akan sebesar 200 MW di masing-masing wilayah DKI dan Jawa Barat. “Pemadaman akan diatur sedemikian rupa agar setiap pelanggan berpotensi mengalami pemadaman satu kali, selama 3 jam di minggu depan,” ujarnya.
 
Juru Bicara PLN Bambang Dwiyanto menambahkan, pihaknya berupaya meminimalkan potensi pemadaman listrik. PLN akan menggilir setiap pelanggan hanya sekali mengalami pemadaman dengan lama maksimal 3 jam antara pukul 09.00-21.00 selama periode 1-5 April 2013.  Menurut dia, pemadaman secara minimal tersebut bisa dilakukan setelah optimalisasi pembangkit, sehingga hanya terjadi kekurangan daya sekitar 400 MW di Jakarta dan Jabar.
 
Kekurangan pasokan listrik ke Jakarta dan Jawa Barat ini diupayakan semaksimal mungkin untuk dipenuhi dengan mengoptimalkan pembangkit yang ada di wilayah barat seperti PLTU Indramayu. Namun demikian, lanjut Bambang, pihaknya meminta pelanggan mengurangi pemakaian listrik terutama lampu dan alat elektronik yang tidak diperlukan, sehingga pemadaman makin kecil.
 
“Dengan adanya gangguan pemadaman di masyarakat, PLN memohon sebesar-besarnya atas gangguan force majeur ini dan mohon partisipasi pelanggan untuk dapat mengurangi pemakaian listrik di rumah atau kantor,” kata Bambang. (lum)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Awal April, Unilever Bangun Pabrik di KEK Sei Mangkei

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler