Plt Bupati Cianjur Marah, Jelang PSBB Kendaraan Menuju Puncak-Cianjur Meningkat

Senin, 13 April 2020 – 00:49 WIB
Posko pemeriksaan di Kawasan Puncak Pass, Desa Cilota, Cianjur, yang kosong menjelang sore membuat kendaraan dari luar kota dengan mudah masuk ke wilayah Cianjur, terutama menjelang PSBB. Foto: ANTARA/ Ahmad Fikri

jpnn.com, CIANJUR - Jelang diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah penyangga Jakarta seperti Bogor, Depok dan Bekasi, volume kendaraan menuju Puncak-Cianjur meningkat.

Peningkatan dilaporkan terjadi menjelang malam dan dini hari itu membuat geram Plt Bupati Cianjur Herman Suherman.

BACA JUGA: 30 Ribu Kamar Vila di Cianjur Disiapkan untuk Karantina Corona

Herman akan melakukan rapat bersama Forkopimda Cianjur, guna lebih memperketat penyekatan di perbatasan terutama di kawasan Puncak Pass yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor untuk diberlakukan selama 24 jam guna melarang kendaraan luar kota masuk Cianjur.

"Saya sangat marah ketika mendapat laporan warga masih banyak pendatang dan pemudik yang melintas tanpa mendapat pemeriksaan kesehatan di perbatasan. Ini akan berisiko tinggi, sehingga kami akan melakukan rapat untuk penjagaan 24 jam di perbatasan," kata Herman, Minggu (12/4).

BACA JUGA: Cianjur Lakukan Karantina Lokal, Jalur Perbatasan Dijaga Polisi dan TNI

Menurut Herman, pihaknya telah melarang perantau asal Cianjur, terutama dari zona merah COVID-19 untuk tidak mudik selama PSBB diberlakukan guna menjaga kesehatan dan keselamatan keluarga mereka di Cianjur.

Bahkan pemeriksaan kesehatan di perbatasan baik Puncak-Bogor, Bandung Barat-Cianjur, Sukabumi-Cianjur dan sejumlah perbatasan di wilayah selatan, diberlakukan secara ketat dengan memulangkan puluhan kendaraan bernopol luar kota.

BACA JUGA: Cinta Membuat Mbak Mariana Gelap Mata, Perbuatan Terlarang pun Dilakukan

"Menjelang diberlaukannya PSBB di sejumlah wilayah penyangga Jakarta, kami akan memperetat dan meningkatkan penjagaan di perbatasan khususnya di Puncak Pass. Pemeriksaan akan diberlakukan 24 jam secara bergantian agar Cianjur tetap dalam zona hijau demi keamanan dan kesehatan warganya," kata Herman.

Meningkatnya volume kendaraan menuju Cianjur dari arah Bogor, dibenarkan pemilik kios di kawasan Puncak Pass yang terjadi menjelang tengah malam hingga dini hari.

Romlah (bukan nama sebenarnya), pemilik warung kopi di Kawasan Puncak Pass, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, mengatakan, volume kendaraan yang sebagian besar bernopol Jabodetabek, akan meningkat menjelang tengah malam dan dini hari tepatnya setelah posko satgas di kawasan tersebut tutup.

"Sudah beberapa malam terakhir, menjelang tengah malam volume kendaraan roda empat dan roda dua dari arah Bogor yang masuk Cianjur, meningkat tajam. Kalau posko pemeriksaan sudah kosong, volume kendaraan mulai meningkat," katanya kepada wartawan Minggu.

Pihaknya menduga sebagian besar kendaraan yang melintas merupakan pemudik dengan tujuan berbagai kecamatan di Cianjur, berbaur dengan pendatang yang sengaja masuk ke Cianjur untuk berlibur meskipun larangan sudah diberlakukan di sejumlah wilayah.

"Kalau pendatang masih banyak yang mampir sekedar memesan kopi sambil bertanya ada pemeriksaan atau larangan tidak menuju Cipanas. Kalau kendaraan pemudik terlihat dari barang bawaan di atas atap mobil atau tas besar yang digendong pengendara motor," katanya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
PSBB   Virus corona   Cianjur   Covid-19  

Terpopuler