PM Inggris Bawa 5 Rencana Aksi Global ke G20, Ada soal Rusia

Senin, 14 November 2022 – 16:44 WIB
Rishi Sunak resmi terpilih sebagai PM Baru Inggris menggantikan Liz Truss-Istimewa-@rishisunakmp (Disway)

jpnn.com, JAKARTA - Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak akan menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 di Bali dengan membawa lima rencana ekonomi, beberapa di antaranya sangat berkaitan dengan invasi Rusia ke Ukraina.

"Perdana Menteri Sunak tiba di KTT G20 di Indonesia pada Senin untuk berdiskusi dengan negara-negara ekonomi terbesar dunia," demikian menurut Kedutaan Besar Inggris di Jakarta dalam keterangannya pada Senin.

BACA JUGA: Habib Aboe Puji Kapolri Turun Langsung Mengecek Pengamanan KTT G20 Bali

Para pemimpin anggota G20 pertama kali bertemu pada krisis ekonomi 2008, dan melihat fakta bahwa sistem ekonomi internasional yang kompleks tidak dapat berfungsi tanpa aksi yang terkoordinasi dari negara-negara dengan perekonomian terbesar.

Tahun ini, dunia akan kembali melihat G20 untuk memastikan kestabilan pasar internasional dan meringankan beban masyarakat termiskin dunia.

BACA JUGA: KTT G20 di Bali, TNI AL Kerahkan Kapal Perang Siap Tempur

Menurut Kedubes Inggris, Sunak akan menyuarakan aksi global yang terkoordinasi untuk mengatasi ketidakstabilan perekonomian internasional dan menangani kenaikan biaya hidup pada KTT G20 pekan ini.

"Namun, mengatasi krisis ekonomi terbesar dalam dekade ini memerlukan usaha bersama dari negara dengan perekonomian terbesar dunia – ini bukanlah masalah yang bisa kita atasi sendiri," kata Sunak, seperti disampaikan dalam keterangan tersebut.

BACA JUGA: Vladimir Putin Mengutus Sergey Lavrov ke KTT G20 di Bali

Untuk itu, Sunak menetapkan lima rencana ekonomi untuk para pemimpin dunia guna mengatasi ketidakstabilan global, yang meliputi perubahan ke pasar energi global, suplai makanan internasional dan sistem keuangan dunia.

Di bawah lima rencana ekonomi tersebut, Perdana Menteri Inggris akan meminta para anggota G20 untuk melakukan lima hal utama.

Pertama, anggota G20 harus mengarahkan bantuan langsung pemerintah secara efektif ke orang-orang yang paling membutuhkan, baik di negara sendiri maupun secara internasional.

"Menciptakan sistem internasional yang stabil yang akan melindungi mereka yang paling lemah akan menjadi inti dari rencana ini," kata Sunak, seperti disampaikan dalam keterangan tersebut.

Kedua, anggota G20 harus mengakhiri penggunaan produksi dan distribusi makanan sebagai "senjata" serta mengambil tindakan segera untuk mendukung perdagangan makanan global guna menurunkan biaya hidup bagi semua orang dan menyelamatkan mereka yang terancam kelaparan.

Untuk diketahui, negara-negara Barat telah menuduh Rusia menggunakan kelaparan sebagai senjata dengan menghambat ekspor gandum dan biji-bijian lainnya dari Ukraina.

Ketiga, anggota G20 harus memperkuat keamanan energi dan mengurangi ketergantungan energi hanya pada sejumlah pihak, terutama melalui kerja sama dengan para mitra untuk membuka investasi yang dibutuhkan guna mempercepat transisi ke energi hijau.

Poin ini juga berkaitan dengan Rusia. Ketergantungan negara-negara Eropa kepada pasokan gas Rusia telah dimanfaatkan Moskow untuk melanggengkan invasi militernya ke Ukraina

Rusia dan negara-negara eksportir minyak yang tergabung dalam OPEC juga diduga mempermainkan harga untuk menekan masyarakat global supaya mengikuti keinginan mereka.

Keempat, anggota G20 harus membuka perdagangan global, termasuk dengan meningkatkan persetujuan perdagangan bebas bilateral dan dengan reformasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Kelima, anggota G20 harus memberikan (bantuan) keuangan yang jujur dan transparan sehingga dapat diandalkan untuk membantu negara berkembang untuk tumbuh secara berkelanjutan serta memastikan sistem keuangan internasional memiliki daya yang dibutuhkan untuk membantu negara berkembang tumbuh tanpa adanya ketergantungan pada pemberi pinjaman.

Kelima rencana ekonomi itu menjadi bagian dari usaha Perdana Menteri Inggris untuk menciptakan stabilitas ekonomi dan kepercayaan pada agenda pemerintahannya.

Hal itu juga berarti Inggris berupaya menjadi anggota (G20) yang konstruktif dan dapat diandalkan bagi perekonomian dunia dan menggunakan pengaruhnya untuk menciptakan sistem ekonomi internasional yang lebih kuat. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler