Pokmas Rheng Krueng Bantah Pungli Korban Gempa Pidie Jaya

Kamis, 03 Januari 2019 – 18:08 WIB
Korban gempa Pidie Jaya Nyak Gade melewati rumahnya yang tidak dapat ditempati lagi. Hingga kini dirinya belum mendapatkan bantuan. Foto: IHSAN/JPG

jpnn.com, MEUREUDU - Kelompok Masyarakat (Pokmas) Rheng Krueng Satu, Gampong Rheng Krueng, Meureudu, akhirnya angkat bicara terkait tudingan pungli rehabilitasi dan rekonstruksi rumah korban gempa di pidie Jaya.

Ketua Pokmas, Ikhwani menjelaskan bahwa pungli yang dituduhkan warga tersebut adalah biaya Rp2.950.000 dari setiap penerima manfaat digunakan untuk pembuatan laporan. Hal itu juga disetujui seluruh anggota kelompok.

BACA JUGA: Duh, Korban Gempa di Pidie Jaya Masih Dipungli, Tega Amat!

“Seluruh anggota Pokmas sudah setuju dengan pemotongan sebesar Rp 2.950.000 itu, digunakan untuk pembuatan laporan tahap I dan II. Sedangkan untuk laporan tahap III belum dilakukan pemotongan,” jelasnya, Rabu (2/1).

Dia juga mengaku walau sudah beberapa kali diajarkan konsultan, pengurus kelompok tak mampu membuat laporan pertanggungjawaban. Sehingga akhirnya mengunakan jasa pihak lain.

BACA JUGA: Ingin Nikah Massal Gratis Malah Kena Pungli

Sedangkan pemotongan sebesar Rp110 ribu dari setiap penerima manfaat, menurutnya, juga sudah mendapat persetujuan dari seluruh anggotanya kelompoknya. Uang sebesar itu digunakan untuk petugas turun ke lapangan, baik dari BPBD Pidie Jaya maupun dari konsultan pendamping.

Baca juga: Duh, Korban Gempa di Pidie Jaya Masih Dipungli, Tega Amat!

BACA JUGA: Uang Keluarga Korban Bencana yang Dipungli Harus Balik

“Tidak ada sumber dana lain yang diberikan untuk beli minum dan rokok petugas dari dua instansi itu, waktu turun ke lapangan,” kata Ikhwani.

Sementara terkait tudingan mark up harga material, ia menegaskan hal tersebut murni kekeliruan Rusli, korban gempa desa sempat yang mengadu ke media.

Dia juga menyebutkan, pihaknya telah bermusyawarah difasilitasi perangkat gampong setempat.

“Kami sudah musyawarah di gampong. Terkait harga, itu harga pasaran. Dan persoalan jumlah itu kekeliruan saudara Rusli sendiri. Ia sudah mengakui dalam musyawarah tadi,” terangnya.

Korban gempa Pidie Jaya, Rusli AR yang sebelumnya mengungkapkan adanya dugaan Pungli juga membenarkan telah mengikuti musyawarah.

Dalam musyawarah itu katanya, pengurus Pokmas berjanji akan merampungkan rumahnya. Ia diminta untuk menarik pernyataan yang telah diberikan ke media, serta mengakui kekeliruan atas pernyataan tersebut.

“Setelah rapat dengan pengurus kelompok masyarakat yang difasilitasi oleh perangkat gampong, barang-barang dan harga yang dimasukkan telah sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Pengurus Pokmas. Saya keliru dan saya memohon maaf atas kekeliruan ini,” ujar Rusli AR.

Permohonan maaf dan mengakui kekeliruan atas harga dan jumlah barang tersebut, katanya, semata-mata menghindari persoalan lain timbul dikemudian hari. (mag-78/mai)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Segera Usut Dugaan Pungli Oknum RS Terhadap Korban Tsunami


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler