Polair Tangkap 4 Kapal Filipina

Minggu, 04 November 2012 – 06:08 WIB
MANADO--Empat kapal milik CV Narwastu Lintas Pasific di Bitung itu diamankan tim Operasi Jaringan Polair Mabes Polri di perairan laut Sulawesi, dekat Pulau Talise, Minahasa Utara, Rabu (31/10) pukul 07.00 Wita. Keempat kapal itu diamankan karena diduga melakukan illegal fishing. Kini  telah ditahan di Ditpolair Polda Sulut di Bitung, sejak Jumat (2/11) dini hari.

Menurut Direktur Polair Polda Sulut Kombes Pol Makhruzi Rahman, diduga kapal-kapal tersebut memalsukan dokumen. "Karena ketika diperiksa mereka memiliki dokumen Indonesia dan juga Filipina," ujarnya kepada Manado Post (Grup JPNN).

Terkait informasi bahwa sejumlah anak buah kapal (ABK) tersebut yang diduga berkaitan dengan jaringan teroris dibantah Makhruzi. "Bukan teroris. Intinya pemalsuan dokumen. Dan sekarang sementara dilakukan pemeriksaan," katanya.

Menurut Kasubid Gakum Polair Polda  Sulut AKBP Herry A Kolondam SH, yang sekaligus sebagai Kepala Tim (Katim) Sidak Operasi Jaring 2012 Polda Sulut, dari empat kapal yang diamankan salah satunya memiliki bendera Filipina. Tapi keempat kapal tersebut mimiliki bendera Indonesia. "Untuk surat-surat lengkap, namun masih dalam kecurigaan karena ada dua dokumen, yaitu Indonesia dan Filipina," katanya.

Lanjut Kolondam, barang bukti ikan hasil tangkapan sekira 14 ton sudah diamankan bersama ABK. Dan untuk status sementara masih dalam pemeriksaan. "Dari 32 ABK gabungan dari empat kapal tersebut, 21 orang kelahiran Filipina. Tapi saya tidak sebut orang Filipina. Dan 11 orang Indonesia," katanya. Kolondam menambahkan, laporan resmi dari Komandan Kapal Polisi Kakatua Polair dari Mabes Polri belum diserahkan. "Jadi kita masih menunggu, dan terbatas informasi karena belum juga dilaporkan secara resmi," katanya.

Sementara itu, polisi menduga saat berada di wilayah perairan NKRI kapal-kapal ini menggunakan bendera Indonesia. "Tapi saat berada di perairan Filipina, kapal-kapal ini ganti menggunakan bendera Filipina," ujar Makhruzi.

Makhruzi menjelaskan, saat itu Polair bersama Mabes Polri melakukan patroli di perairan laut Sulawesi. "Kami memang rutin patroli, karena sejak 17 Oktober lalu polisi wajib memeriksa kapal yang ada di perairan Indonesia entah berbendera Indonesia maupun asing," tukasnya.

Katanya, operasi penangkapan terhadap kapal-kapal tak berdokumen lengkap itu digelar Polda Sulut guna mengantisipasi kemungkinan masuknya teroris melalui jalur perairan Filipina. "Karena jalur laut Sulawesi rawan jadi lalu lalang teroris," ujarnya.

Makhruzi juga menegaskan, patroli di perairan Sulut untuk mengantisipasi kejahatan lintas negara dan barang-barang selundupan yang disuplai masuk maupun keluar Sulut.

Sekadar diketahui, Polda Sulut melalui Direktorat Polair telah mengamankan sejumlah kapal asing. Yakni, selang 17-30 Oktober 2012 telah mengamankan 12 kapal asing. 12 kapal tersebut melakukan pelanggaran pencarian ikan dan pelayaran. Sebanyak 40 warga asing diamankan dari penangkapan ini. Ditambah dengan 32 yang ditangkap dua hari lalu, jumlahnya menjadi 72 orang. Selain itu, terhitung Januari-Oktober 2012, Polair Polda Sulut telah menangani 54 kasus dengan pelanggaran yang sama, sehingga total jadi 58 kasus.

Kapolda Sulut Brigjen Pol. Dicky Atotoy membenarkan penangkapan itu. "Iya ada empat kapal yang ditangkap, tapi informasi selengkapnya di Polair," ujar Kapolda.(***)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Poso Kembali Mencekam

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler