Polda Metro Jambak dan Pukul Mahasiswa BEM SI?

Sabtu, 21 Oktober 2017 – 23:18 WIB
Ilustrasi polisi. Foto: AFP

jpnn.com, JAKARTA - Polda Metro Jaya membantah pihaknya mengambil langkah represif saat membubar paksa massa aksi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (20/10) kemarin.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, pihaknya mengedepankan langkah preventif saat membubarkan massa aksi.

BACA JUGA: Demo di Depan Istana Hingga Malam, 14 Mahasiswa Diamankan

"Jadi disebutkan di sana ada beberapa medsos beredar pihak kepolisian menjambak dan memukul, itu tidak benar," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (21/10).

Argo mengatakan, awalnya massa unjuk rasa setelah salat Jumat dan memulai orasi di Kementerian Koordinator Bidang Perempuan dan Kebudayaan. Setelah itu, massa berpencar menggelar aksi.

BACA JUGA: Suami Agnes Monica Dipulangkan ke Malaysia

"Tidak hanya di lingkungan Istana, tapi ada juga Monas, di Bundaran HI, Balai Kota dan Wakil Presiden," kata Argo.

Aksi berlanjut hingga pukul 18.00 WIB, di mana seharusnya demonstrasi dilarang oleh aturan yang berlaku. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Suyudi Suyudi, kata Argo, juga sudah menyampaikan waktu unjuk rasa sesuai Undang-undang sudah berakhir.

BACA JUGA: WN Malaysia Pemilik Koper Mencurigakan Bukan Teroris

"Kemudian juga, sebelum itu ada beberapa kejadian yang barier kepolisian yang dibentangkan dirusak pengunjuk rasa juga. Sehingga diimbau kembali kepada masyarakat yang melakukan unras untuk tertib," jelas dia.

Argo mengaku, pihaknya melakukan negoisasi kepada massa aksi hingga pukul 22.00 WIB. Di sisi lain, kata Argo, warga yang terganggu juga mendesak polisi agar mengamankan aksi tersebut.

"Masyarakat menanyakan kenapa sampai malam-malam. Itu menganggu apalagi yang sopir taksi dan lainnya, masyarakat banyak protes kepada pihak kepolisian," kata Argo.

Karena itu, polisi melakukan dorongan dengan menekan massa agar membubarkan diri. Terakhir, kata Argo, pihaknya membuka jalan sekitar titik aksi lantaran sudah ditutup sejak pukul 11.00 WIB. (Mg4/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemilik Koper Mencurigakan Itu Ternyata Mencari Agnes Monica


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler