Polisi Bongkar Prostitusi Online Melibatkan Pelajar SMP, Muncikarinya Siswi SMA

Sabtu, 04 April 2020 – 01:43 WIB
Ilustrasi prostitusi anak. Foto: Antara/Gilang Galiartha

jpnn.com, BATAM - Polisi mengungkap kasus prostitusi online yang melibatkan siswi SMP di Batuaji, Batam, Kepulauan Riau. Seorang siswi SMA yang menjadi muncikari para siswi SMP tersebut telah ditangkap, Rabu (1/3/2020) lalu.

Remaja-remaja yang sedang libur sekolah tersebut disuruh untuk menemani pria hidung belang. Dua remaja perempuan itu tertangkap basah saat hendak melayani polisi yang menyamar sebagai pria hidung belang.

BACA JUGA: Berita Duka: Yayuk Sauni Meninggal Dunia

Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe, menjelaskan, dua remaja berusia 15 tahun itu diketahui masih aktif sebagai pelajar SMP di Kota Batam.

Selain dua remaja itu, pihaknya juga menangkap sepasang remaja yakni H, 15, pria dan N, 16, perempuan.

BACA JUGA: Penjambret Tewas Mengenaskan Usai Merampas Ponsel Seorang Wanita, nih Fotonya

Pasangan remaja ini disebutkan sebagai pelaku perdagangan orang karena bertindak sebagai muncikari dua remaja tersebut kepada pria hidung belang.

“Kedua pelaku ini juga masih berstatus pelajar,” ujarnya, Kamis (2/4/2020).

BACA JUGA: Berita Terkini Soal Delapan Perampok yang Bawa Kabur Emas Senilai Rp5 Miliar

Ia menjelaskan, penyamaran untuk menyelamatkan dua remaja yang dijadikan sebagai PSK ini dilakukan karena belakangan banyak sekali aduan masyarakat terkait transaksi prostitusi online yang melibatkan pelajar di wilayah Batuaji.

Transaksi prostitusi online ini lanjutnya, makin marak saat aparat kepolisian dan instansi pemerintah lainnya fokus menangani pencegahan penyebaran COVID-19.

“Mereka memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Kami coba telusuri dan memang benar adanya,” katanya.

“Ini akan kami tindak tegas karena pelaku ataupun korban umumnya pelajar aktif semua. Ada yang SMP ada yang SMA,” ujar Dalimunthe.

Kedua korban lanjutnya, dijajakan dua pelaku melalui media sosial dan aplikasi WhatsApp serta MiChat.

“Pelaku utamanya adalah N, remaja wanita yang duduk di bangku SMA,” jelasnya.

N kata dia, dikenal sebagai mami atau muncikari bagi pelajar perempuan di Batuaji dan Sagulung.

N lanjutnya, sudah banyak menjajakan anak remaja perempuan di dua area tersebut kepada pria hidung belang.

Dalam menjalankan aksinya N beraksi bersama H (pelaku lain yang sudah diamankan) serta Y (DPO).

“N ini dikenal sebagai mami Ndut oleh kalangan pelajar perempuan di sini,” paparnya.

“Namanya sudah cukup terkenal. Kalau ada siswa perempuan yang mau “jual diri” biasanya dia yang dihubungi. Dia punya link dan jaringan ke pria hidung belang,” tutur Dalimunthe.

Korban dari N ini diakui Dalimunthe sudah cukup banyak.

BACA JUGA: Seorang Suami Positif Corona, Ternyata Terpapar dari Istrinya

“Ini masih terus kami dalami karena banyak korbannya ini,” ujar Dalimunthe.(eja)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler