Polisi Inggris Ngotot Tangkap Pendiri Situs Wikileaks

Sabtu, 18 Agustus 2012 – 00:02 WIB
LONDON - Aparat kepolisian kota London mengepung kantor kedutaan besar Ekuador di Knightsbridge, London, Inggris, Kamis malam (16/8). Pengepungan dilakukan untuk mencegah pendiri situs Wikileaks, Julian Assange keluar dari negara Inggris.
 
Ada sekitar 40 orang personil polisi bersiaga di sekitar area kedutaan menunggu Assange untuk keluar. Pasukan polisi Inggris bahkan melengkapi diri dengan alat pendeteksi panas  untuk mencegah Assange diselundupkan menggunakan perabotan atau kantong diplomatik.
 
Operasi pengepungan dilakukan setelah Ekuador secara resmi mengumumkan pemberian suaka bagi Assange. Operasi pengepungan sendiri di perkirakan menghabiskan biaya 50.000 poundsterling per hari.
 
Pemerintah Inggris melalui Menteri Luar Negeri, Wiliam Hague menegaskan tidak akan membiarkan Assange lolos. Ia bersikukuh menangkap pria warga negara Australia itu dan mengekstradisinya ke Swedia untuk diadili atas tuduhan pemerkosaan.
 
"Seharusnya tidak ada seorang pun, termasuk pemerintah Ekuador, meragukan kesungguhan kami untuk melaksanakan kewajiban menangkap Assange dan memastikan ia diekstradisi, " tegas Hague seperti dilansir Daily Mail, Jumat (17/8).
 
Hague bahkan sempat berniat mencabut status diplomatik kedutaan besar Ekuador dan mengirimkan pasukan untuk menangkap Assange. Namun, niat ini diurungkan dan memutuskan untuk hanya menangkap Assange jika meninggalkan area kedutaan.
 
Sikap ngotot pemerintah Inggris untuk menangkap Assange dicurigai akibat tekanan dari Amerika. Namun, Hague membantah kecurigaan tersebut. "Ini tidak ada hubungannya dengan Wikileaks ataupun Amerika Serikat. Ini mengenai kasusnya di Swedia," ucap Hague.
 
Pada tahun 2010, Assange resmi menjadi buronan di wilayah Uni Eropa karena diduga melakukan pemerkosaan serta tindak kekerasan seksual di Swedia. Pada tahun yang sama, Assange melalui Wikilieaks menghebohkan dunia internasional dengan merilis ribuan kawat diplomatik pemerintah Amerika Serikat di internet. Selama 59 hari terakhir, Assange tinggal di dalam gedung kedutaan Ekuador di London sambil menunggu permohonan suakanya dikabulkan. (dil/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Bentrok Buruh Tambang-Polisi, 30 Orang Tewas

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler